Blogger templates

Museum Purbakala Sangiran




Museum Purbakala Sangiran adalah sebuah museum arkeologi yang terletak di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didirikan untuk menggambarkan pentingnya situs Sangiran sebagai salah satu situs purbakala yang sangat kaya peninggalan fosil manusia purba. Sangiran merupakan situs terpenting untuk perkembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan terutama untuk penelitian di bidang antropologi, arkeologi, biologi, paleoantropologi, geologi, dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Saking lengkapnya koleksi di museum ini dinobatkan sebagai museum terlengkap se-Asia untuk penemuan Situs Arkeologi. Terdapat sekitar 13000 lebih fosil yang tersimpan rapih di Museum Sangiran ini, dan lebih dari 50 % nya jumlah dari fosil manusia purba dari temuan fosil Homo erectus di dunia dan 60% ditemukan di Indonesia. Beberapa penemuan terkenal di Sangiran antara lain Pithecanthropus erectus atau yang lebih dikenal dengan sebutan Manusia Jawa, yang merupakan nenek moyang manusia modern. Fosil-fosil tersebut membantu dalam pemahaman kita tentang evolusi manusia. Museum Sangiran yang terletak di kawasan Situs Sangiran terbagi menjadi 5 Klaster, yaitu Klaster Krikilan, Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Klaster Manyarejo. Klaster Krikilan merupakan visitor center yang memberikan informasi umum tentang Situs Sangiran. Klaster Dayu ini dikenal sebagai situs yang penting karena terdapat banyak jejak kehidupan masa lampau seperti fosil fauna, manusia beserta budayanya, serta rekaman perubahan lingkungan Situs Sangiran. Klaster Bukuran ini memamerkan diorama rekonstruksi tiga tipe Homo Erectus yang pernah hidup di Jawa. Klaster Ngebung memiliki nilai historis yang tinggi karna di sanalah dilakukan penelitian secara sistematis untuk pertama kalinya. Klaster Manyarejo ini didirikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan juga masyarakat Sangiran yang telah melakukan penelitian. Harga tiket masuk Museum Sangiran untuk wisatawan domestik hanyalah Rp 8.000 per orang.  Harga tiket masuk Museum Sangiran untuk turis asing adalah Rp 15.000 per orang.


 

Goa Jatijajar




Goa ini terletak di kawasan pegunungan kapur yang membentang di sisi selatan Kecamatan Gombong, Kebumen. Goa Jatijajar tepatnya berada di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Lokasi goa ini berada pada ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut dengan kondisi alam yang masih asri dan sejuk. Anda tentunya akan menemukan stalagmit dan stalagtit yang berwarna cokelat keemasan dengan bentuk runcing yang eksotis. Jalur untuk menyusuri Goa Jatijajar Kebumen berupa beton sehingga wisatawan bisa dengan mudah menyusuri goa ini hingga ke ujungnya. Sebelum memasuki goa, Anda akan menemukan patung kepala dinosaurus berukuran besar dan dari mulutnya keluar air yang deras. Keberadaan patung tersebuut sebagai simbol bahwa goa ini telah berusia tua layaknya dinosaurus. Masuk ke dalam goanya, Anda akan menemukan sebuah diorama dengan patung sebanyak 32 buah dan tersebar hingga ujung goa. Cahaya-cahaya berwarna-warni dari lampu pun menyoroti tiap patung, membuatnya lebih terlihat aesthetic. Diorama tersebut mengisahkan tentang legenda Lutung Kasarung atau Raden Kamandaka. Ornamen-ornamen lain pun bisa Anda nikmati dalam goa ini yang tertata dengan rapi. Anda juga dapat merasakan adanya keberadaan sungai dalam goa atau istilahnya adalah sendang. Terdapat 7 sendang dalam goa ini, tetapi hanya 4 yang bisa Anda jangkau, yakni Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kanthil. Sendang Mawar dan Sendang Kanthil akan bertemu dan pertemuannya akan keluar melalui mulut patung dinosaurus tadi. oa Jatijajar Kebumen memiliki beberapa fasilitas, seperti area parkir kendaraan, toilet, masjid, warung wisata, spot foto, dan lainnya. Tersedia juga fasilitas pusat informasi, pusat souvenir, penyewaan senter dan helm wisata, dan rumah makan. Harga tiket masuk objek wisata ini murah meriah, hanya Rp5.500 untuk setiap anak-anak dan Rp12.500 per orang dewasa. 


 

Pantai Kartini





Pantai Kartini adalah objek wisata pantai di Desa Bulu, Jepara, Jawa Tengah. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari pendopo Kantor Bupati Jepara. Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis karena sebagai jalur transportasi laut menuju objek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Pantai Kartini juga menghadirkan obyek wisata lain serta wahana edukasi yang makin memikat hati wisatawan. Di bagian barat pantai ini, terdapat sebuah kolam pemandian. Masyarakat sekitar percaya bahwa pemandian tersebut dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang diderita oleh orang yang mandi di sana. Penyakit yang dimaksud seperti paru-paru, eksim, rematik, panu, dan segala jenis penyakit kulit lainnya. Pantai ini memiliki berbagai macam wahana bermain anak, misalnya catur raksasa, spoor mini, rumah kecek, pesawat terbang TNI AU, dan masih banyak lainnya. Wahana tersebut tidak hanya menghibur tetapi juga dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi putra-putri Anda. Gedung dengan bentuk kura-kura raksasa ini menjadi ikon dari wisata pantai ini. Gedung ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama menyuguhkan aquarium raksasa, kolam sentuh kura-kura dan fish spa. Spot ini sangat cocok bagi Anda yang butuh berelaksasi. Di sini tersedia papan informasi touch screen sebagai sarana belajar dan toko souvenir yang disediakan pengelola. Di lantai dua, terdapat wahana edukasi anak. Banyak hal menarik yang dipertunjukkan, seperti kipas angin tanpa baling-baling, peraga sensor manusia, simulator pesawat terbang dan yang terpopuler serta menjadi favorit pengunjung adalah IMAX Deep Sea 3D. Untuk memasuki Kura-kura Ocean ini, pengunjung diharuskan membayar sebesar Rp 12.500,00 – Rp 17.500,00. Pantai ini menyediakan banyak gazebo untuk para wisatawan bersantai bersama sambil menikmati pemandangan. Untuk dapat berkunjung ke pantai ini, Anda hanya dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,00/orang saat weekday dan Rp 7.500/orang saat weekend. Untuk tarif parkir yakni Rp 2.000,00/ motor, Rp 5.000,00/mobil dan RP 10ribu/bus.

 

Pantai Pecaron




Pantai Pecaron terletak di Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai Pecaron merupakan pantai yang masih alami yang berada di sebelah timur Pantai Menganti dan Karangbata. Obyek wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kebumen yang mendapat julukan "The Hidden Paradise" atau surga tersembunyi. Berbeda dengan pantai lain yang ada di Kebumen, Pantai pecaron memiliki ciri khas tersendiri yaitu memiliki bentuk batu karang yang indah. Batu karang yang ada di Pantai Pecaron ini berguna untuk melindungi garis pantai dari ombak besar. Biasanya para wisatawan menggunakannya sebagai tempat bersantai dan menjadi spot favorit berfoto. Pasir Pantai Pecaron ini berwarna hitam keabu-abuan dan berbatu, namun banyak juga pengunjung menikmati bermain pasir di pantai ini. Bukan hanya bermain pasir, para wisata juga bisa menikmati bermain ombak di pantai yang landai ini. Keindahan lain dari Pantai Pecaron terletak pada tebing-tebing tinggi yang menjulang dan dihiasi dengan deretan pohon kelapa yang sangat indah. Tentu akan menjadi spot foto yang keren saat Anda menikmati keindahan di Pantai Pecaron, terlebih angin pantai yang sepoi-sepoi membuat nyiur kelapa menjadi melambai-lambai dan membuat Anda menjadi lebih santai sambil menunggu matahari terbenam. Selain bermain pasir dan ombak, ada beberapa kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan di Pantai Pecaron ini, seperti berkemah, menikmati kulineran khas warga, memancing, bahkan menelusuri Pantai Pecaron sampai ke ujung timur yang terbelah dengan tebing vertikal besar. Untuk menikmati Pantai Pecaron, wisatawan akan dikenai harga tiket sebesar Rp 10.000 per orang.

Baca juga:Pantai Kartini

 

Mata Air Cokro




Obyek Wisata Mata Air Cokro ini terletak di Area Sawah, Cokro, Kec. Tulung, Kabupaten Klaten. memiliki luas ± 15.000 m2. Mata air ini  sebelumnya lebih dikenal dengan nama Umbul Ingas. Diberi nama demikian karena mata air ini berada diantara pohon ingas yang berukuran besar. Pohon ini pula yang memberikan kesan rindang dan memberikan hawa sejuk pada lokasi tersebut. Saat berenang di sini, Anda akan merasakan sensasi yang berbeda. Suasana berenang di tempat yang menenangkan, teduh, dan pepohonan hijau yang menambah kesan natural yang sempurna. Selain itu, pengunjung juga dapat mengambil foto di dalam air menggunakan kamera khusus. Di tempat wisata umbul ini juga terdapat sebuah waterboom. Meski hanya berupa kolam renang, waterboom ini juga memiliki beberapa wahana air untuk anak-anak dan dewasa. Selain itu, ada juga sebuah air mancur unik yang terletak di sebuah wahana berbentuk jamur. Kolam renang di waterboom ini berisi air alami yang berasal langsung dari sumber mata air, jadi bebas dari kaporit. Air pada kolam air ini begitu jernih sehingga banyak pengunjung yang tertarik untuk menyelam ke dalamnya. Kondisi air yang jernih membuat para penyelam dapat melihat seisi kolam. Selain menyelam, ada juga kegiatan river tubing seperti yang terdapat di Goa Pindul. River tubing ini tentu sangat seru karena Anda dapat berjelajah menyusuri arus kolam alami ini. Anda tak perlu cemas soal keamanan karena Anda dan peserta lainnya akan mendapat bantuan dari seorang pemandu. Untuk pengunjung yang tidak ingin berenang, pihak pengelola telah menyiapkan beberapa gazebo di sekitar kolam. Anda dan pengunjung lainnya bisa memanfaatkannya sebagai spot untuk istirahat atau santap hidangan yang telah Anda pesan dari warung makan.

Baca juga:Pantai Pecaron



 

Telaga Warna




Telaga Warna adalah salah satu objek wisata yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Telaga Warna ini berada di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, berbeda dengan komplek Candi Arjuna yang berada di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara. Namun demikian, jarak antara dua daya tarik wisata ini tidak terlalu jauh. Dataran Tinggi Dieng adalah dataran tinggi vulkanik yang berada pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, dan terkenal dengan iklim sejuk serta pemandangan alamnya yang unik. Telaga Warna terkenal dengan warna-warni indahnya yang berubah sepanjang hari. Warna-warna danau ini diyakini dipengaruhi oleh berbagai mineral yang terdapat di dalam air dan kondisi pencahayaan yang berbeda. Danau ini dapat menampilkan nuansa hijau, biru kehijauan, bahkan coklat. Perubahan warna, dikombinasikan dengan keindahan alam sekitarnya, menjadikannya destinasi yang sangat fotogenik. Salah satu spot favorit wisatawan untuk menikmati Telaga Warna ialah bukit ratapan Angin. Lokasinya terletak di belakang Dieng Plateau Theatre. Di sini, Anda dapat bergaya di atas batu besar berlatar telaga warna dan telaga pengilon. Spot foto di sini sangat instagramable. Para pengunjung tidak hanya menikmati telaga warna dari atas bukit ratapan, tak jauh dari gerbang utama Telaga Warna, terdapat Wana Wisata Petak 9. Bagi Anda yang menyukai hiking, Anda dapat memilih jalur ini. Sesampainya di puncak Bukit Sidengkeng, Anda dapat menyaksikan keindahan Telaga Warna dengan nuansa berbeda dari Bukit Ratapan Angin. Spot ini menjadi favorit para fotografer. Jika ingin berkunjung di Telaga Warna disarankan untuk memeriksa kondisi lokal dan aksesibilitas sebelum merencanakan kunjungan, karena cuaca dan aktivitas vulkanik dapat memengaruhi rencana perjalanan ke daerah tersebut.

Baca juga:Mata Air Cokro

 

Pantai Pasir Kencana





Pantai Pasir Kencana terletak di Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Pantai Pasir Kencana berbeda dari pantai pada umumnya yang identik dengan ombak dan pasir. Tempat wisata yang berada di kawasan pelabuhan pendaratan ikan ini memiliki taman wisata laut (TWL). Pantai ini memiliki tempat untuk pagelaran berbagai festival seni dan budaya seperti tradisi nyadran. Selain itu, juga digelar pementasan kesenian seperti karawitan, tari sintren, lomba memancing, orkes Melayu dan masih banyak lagi. Terkadang banyak acara musik dangdut dan pop yang diselenggarakan di pantai menawan ini. Pantai ini menyuguhkan panorama matahari terbit dan tenggelam yang memukau. Pemandangan indah ini dapat dilihat dari puncak Menara Pandang yang memiliki desain artistik. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai sejenak dari aktivitas sehari-hari yang melelahkan. Para pengunjung juga bisa menikmati wahana air yang sangat menarik di pantai ini. Tersedia becak air dan bungee jumping yang seru untuk menikmati pemandangan bahari secara keseluruhan. Jika ingin berenang, pengunjung bisa menggunakan fasilitas kolam renang yang sudah tersedia. Pantai Pasir Kencana Pekalongan ini juga memiliki ski walk yang bisa dimanfaatkan untuk lari pagi atau sore. Kegiatan ini akan memunculkan sensasi yang berbeda karena berada di ketinggian dengan hamparan pantai yang menawan. Selain itu, ski walk juga bisa menjadi spot foto atau sekadar menikmati sunset dan sunrise. Jika sudah lelah bermain dipantai, pengunjung tidak perlu takut kelaparan, karena Pantai Pasir Kencana sudah menyediakan berbagai wisata kuliner. Jadi, sudah tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan bekal dari rumah. Pantai indah ini sudah menyediakan berbagai warung makan, kafe hingga restoran dengan berbagai pilihan makanan.

Baca juga:Telaga Warna

Candi Arjuna




Candi Arjuna, juga dikenal sebagai Candi Semar, adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak di daerah Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Kabupaten Banjarnegara. Candi ini merupakan bagian dari kompleks Candi Dieng yang terdiri dari sejumlah candi Hindu tua. Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada abad ke-7 atau ke-8 Masehi. Candi Arjuna memiliki arsitektur khas candi Hindu. Struktur candi terdiri dari beberapa bangunan, termasuk candi utama yang dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan adegan-kejadian dari mitologi Hindu. Candi-candi di kompleks Dieng pada umumnya didedikasikan untuk dewa-dewi Hindu. Candi Arjuna diduga didedikasikan untuk Arjuna, salah satu tokoh pewayangan Mahabharata. Sebagian besar relief di Candi Arjuna menggambarkan kisah-kisah dari epik Mahabharata, yang merupakan salah satu naskah suci Hindu. Relief-relief tersebut memberikan gambaran tentang mitologi dan kehidupan pada masa itu. Selain nilai sejarah dan arsitekturalnya, lokasi Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng memberikan pemandangan alam yang indah. Dataran tinggi ini terkenal dengan lingkungannya yang sejuk dan keindahan alamnya. Masyarakat percaya bahwa di dalam Candi Arjuna terdapat adanya air suci di dalam sebuah yoni, tempat yang digunakan untuk melahirkan. Air itu dipercaya tidak akan pernah habis walaupun sedang musim kemarau serta dianggap sakral sampai saat ini. Daya tarik selanjutnya dari candi ini yang membuat banyak wisatawan kesana adalah karena adanya Tarian Rampak Yakso Pringgondani. Tarian Rampak Yakso Pringgondani merupakan tarian kebanggaan dari masyarakat Dieng dan tarian ini ditarikan saat menyambut panen raya. Daya tarik utama Candi Arjuna, selain bangunan candinya yang bersejarah ialah adanya beberapa ritual yang kerap kali diadakan di sana. Selain digunakan untuk memperingati Hari Raya Galungan, candi ini juga sering digunakan untuk ritual, salah satunya ritual Ruwatan Rambut Gimbal. Ritual Ruwatan Rambut Gimbal sendiri merupakan upacara pemotongan rambut anak-anak yang memiliki rambut gimbal. Ritual ini dilakukan oleh masyarakat sekitar daerah Dataran Tinggi Dieng, jawa Tengah. Ritual ini di lakukan pada satu suro menurut kalender Jawa. Ritual ini yang menjadi andalan dari atraksi wisata budaya yang dilaksanakan pada Dieng Cultural Festival.







 

Dusun Semilir



Dusun Semilir Semarang adalah sebuah destinasi leisure park yang menggabungkan wahana permainan, penginapan, spot foto Instagramable, wisata kuliner, hingga perbelanjaan dalam satu area wisata. Dusun Semilir sendiri hanya berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Semarang. Lokasi Dusun Semilir juga strategis lantaran terletak tak jauh dari tol Bawen atau tepatnya di Jalan Soekarno–Hatta No. 49, Kelurahan Bawen, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ketika berkunjung ke Dusun Semirir, Anda akan menemukan spot-spot foto unik dan instagramable. Alas Tirta mewakili konsep tempat alami dengan koleksi berbagai jenis tumbuhan tropis dan kumpulan fauna cantik seperti  koi, otter, dan burung. Alas Tirta juga dilengkapi dengan patung manusia setengah badan yang  cukup besar. Patung berukuran besar ini kerap menjadi spot foto populer bagi wisatawan karena bentuknya yang unik. Di sekeliling patung  terdapat  kolam ikan  yang dilengkapi berbagai tanaman hijau yang menyejukkan. Di sana, Anda juga disuguhkan wisata ala Eropa, baik dari segi arsitektur maupun bentuk pelayanan lainnya. Kunjungan ke wahana Alun Eropa akan memberikan Anda cita rasa suasana rekreasi di  berbagai kawasan  Eropa yang indah, seperti Maroko, Venesia, Mykonos, dan desa-desa Prancis. Selain itu anda juga bisa menikmati  wahana menarik lainnya seperti  perjalanan perahu menyusuri kanal, perjalanan santai dengan kereta  antik Eropa, atau bahkan naik trem. Saat berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Anda akan menemukan  spot foto menarik lainnya yaitu Jembatan Sengol. Jembatan Sengol merupakan sejenis jembatan penyeberangan yang membentang di  taman. Ada banyak spot foto bagus dan keren di dalam jembatan tersebut. Sembari menikmati suasana pedesaan yang asri, Anda juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang tersedia. Ada juga perosotan warna-warni meski tampak cheerful dan colorful, ternyata wahana perosotan warna warni jadi salah satu ajang adu adrenalin yang cukup menantang dengan ketinggian 30 meter. Salah satu hal menarik yang dihadirkan dari perosotan warna warni adalah Anda dapat melihat pemandangan alam mempesona dari ketinggian hulu perosotan. Dusun Semiril Semarang juga memiliki objek wisata khusus  bernama Banyuu Biru. Kawasan Banyu Biru merupakan kawasan zona ekslusif bertema  danau bohemian, lengkap dengan  spot foto menarik, bantalan taman, air mancur, dan tenda gazebo. Anda juga bisa menikmati  naik perahu mengelilingi danau, menikmati pemandangan  indah dan merasakan semilir angin. 

Baca juga:Candi Arjuna


 

Bukit Tangkeban





Bukit Tangkeban terletak di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bukit Tangkeban dapat menjadi pilihan destinasi wisata untuk dikunjungi pada akhir pekan dan menjadi tempat staycation. Kawasan wisata Bukit Tangkeban tidak hanya menawarkan keindahan alam. Kawasan bukit Tangkeban ini juga memiliki taman bermain anak,  tempat aktivitas outdoor, kafe, dan banyak sekali spot foto Instagramable khususnya bagi anak muda. Spot foto terpopuler instagramable yang paling disukai adalah "Taman Langit". Taman Langit sendiri adalah  taman yang penuh dengan dekorasi kreatif. Taman ini merupakan area selfie yang  paling banyak dikunjungi. Seperti namanya,  ini adalah taman indah yang terletak di  dataran tinggi. Disini terdapat beragam bunga-bunga indah dan beragam dekorasi unik berpadu di sini. Pengunjung juga dapat menyewa kostum untuk pemotretan. Kostum untuk pengambilan gambar meliputi kostum  tradisional Jepang dan Korea. Ada juga Jembatan langit di area taman langit yang ramai dikunjungi wisatawan. Jembatan Langit sebenarnya merupakan sebuah dek dengan lantai kaca yang memungkinkan pengunjung menguji nyali dengan melihat keindahan area di bawahnya. Berada di ketinggian 1.250 mdpl dan memiliki lahan yang luas ini juga menyediakan taman bermain bertema outdoor dengan beragam aktivitas rekreasi  seperti berkemah, persewaan ATV, dan ngopi di ARCafe dan seterusnya.

Baca juga:Dusun Semilir

Puri Maerokoco




Puri Maerokoco adalah kompleks wisata budaya yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama "Maerokoco" berasal dari kata Jawa yang berarti "melambai" atau "bergoyang," dan kompleks ini memiliki sejumlah paviliun yang mencerminkan arsitektur tradisional Jawa. Puri Maerokoco dibangun dengan konsep menghadirkan miniatur rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia. Kompleks ini mencakup paviliun-paviliun yang mewakili arsitektur tradisional dari berbagai etnis dan suku di Indonesia. Setiap paviliun di Puri Maerokoco mewakili rumah adat atau bangunan tradisional dari suku atau daerah tertentu. Pengunjung dapat menemukan paviliun-paviliun yang mencerminkan kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke. Kompleks ini juga menyajikan galeri seni dan kerajinan yang memperkenalkan hasil karya seniman lokal. Pengunjung dapat menikmati pameran seni dan kerajinan tangan yang mencerminkan keindahan budaya Indonesia. Puri Maerokoco didesain dengan taman dan area hijau yang indah. Pengunjung dapat berjalan-jalan santai sambil menikmati suasana taman yang tenang. Di kompleks ini, terdapat sentra kuliner yang menawarkan berbagai hidangan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi beragam masakan khas Indonesia. Puri Maerokoco juga memiliki area bermain anak-anak, sehingga cocok sebagai destinasi wisata keluarga. Kadang-kadang, Puri Maerokoco menyelenggarakan pertunjukan seni tradisional, seperti tari-tarian dan musik tradisional. Ini menambah daya tarik budaya bagi para pengunjung. 

Baca juga:Bukit Tangkeban


 

Keraton Kasunanan Surakarta




Keraton Kasunanan Surakarta, juga dikenal sebagai Keraton Surakarta atau Keraton Solo, adalah sebuah istana kerajaan yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Keraton Kasunanan Surakarta didirikan pada tahun 1745 oleh Sunan Pakubuwono II, yang merupakan penguasa kesultanan Mataram yang berpusat di Solo. Keraton ini menjadi pusat pemerintahan Kesunanan Surakarta. Keraton Kasunanan Surakarta memiliki arsitektur tradisional Jawa yang khas. Bangunan-bangunan di dalam kompleks keraton ini mencerminkan seni dan kebudayaan Jawa, dengan ornamen-ornamen yang kaya akan makna simbolis. Kompleks Keraton Surakarta melibatkan berbagai taman, paviliun, dan bangunan-bangunan penting seperti Pagelaran, yang digunakan untuk pertunjukan seni tradisional; Pendopo Ageng, tempat upacara dan acara istana; dan Alun-Alun Lor, lapangan di depan keraton.Di dalam kompleks keraton, terdapat Museum Keraton Surakarta yang menyajikan berbagai koleksi seni dan budaya Jawa, termasuk pakaian kerajaan, perhiasan, senjata tradisional, dan berbagai artefak sejarah. Keraton Kasunanan Surakarta memegang berbagai upacara dan tradisi yang berkaitan dengan budaya Jawa. Beberapa upacara tersebut terkait dengan penobatan Sultan, peringatan hari-hari besar Islam, dan perayaan tradisional Jawa. Pendopo Manguntur Tangkil adalah paviliun yang digunakan untuk berbagai kegiatan kesenian dan budaya, termasuk pementasan wayang kulit dan pertunjukan seni tradisional lainnya. Di dalam keraton, terdapat perpustakaan yang disebut Bibliotheca Witotoanum yang berisi koleksi naskah-naskah kuno dan dokumen bersejarah yang menjadi warisan kesultanan. Salah satu acara yang terkenal adalah Grebeg Sudiro, yang diadakan setiap tahunnya untuk memperingati hari lahir Sunan Pakubuwono II. Acara ini menampilkan berbagai tarian dan pertunjukan budaya. Bagi pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan kebudayaan Jawa, Keraton Kasunanan Surakarta menawarkan pengalaman yang memikat. Sebelum berkunjung, sebaiknya periksa jadwal operasional dan acara khusus yang mungkin berlangsung di keraton.

Baca juga:Keraton Kasunanan Surakarta

 

Kampung Batik Laweyan





Kampung Batik Laweyan adalah salah satu kampung yang terkenal dengan produksi batiknya di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Kampung Batik Laweyan memiliki sejarah panjang dalam industri batik di Solo. Pada masa lalu, kampung ini dikenal sebagai pusat produksi batik tradisional dan rumah bagi para perajin batik. Kampung Batik Laweyan adalah tempat di mana tradisi pembuatan batik dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Di sini, Anda dapat menyaksikan proses pembuatan batik secara tradisional dan memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap motif batik. Di sepanjang jalan-jalan kampung, Anda akan menemui berbagai rumah yang berfungsi sebagai rumah produksi batik. Beberapa di antaranya juga berfungsi sebagai tempat belajar dan museum batik yang membuka pintu bagi wisatawan untuk memahami lebih dalam tentang seni batik. Kampung Batik Laweyan memiliki galeri dan toko-toko batik di mana Anda dapat melihat dan membeli berbagai macam batik yang diproduksi secara lokal. Motif dan desain batik di sini sering kali mencerminkan kekayaan tradisional dan inovasi modern. Kadang-kadang, kampung ini menjadi tuan rumah berbagai festival dan acara budaya yang menonjolkan seni batik dan kekayaan budaya lokal. Acara semacam ini dapat menambah pengalaman wisata Anda. Beberapa tempat di kampung ini mungkin menawarkan kursus batik bagi mereka yang ingin belajar membuat batik secara langsung. Ini bisa menjadi pengalaman yang edukatif dan interaktif. Di sekitar Kampung Batik Laweyan, Anda juga dapat menemukan kafe dan restoran yang menawarkan suasana yang nyaman sambil menikmati kuliner lokal.

Umbul Ponggok




Umbul Ponggok adalah salah satu tempat wisata air di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Tempat ini terkenal karena memiliki sumber air panas yang berasal dari Gunung Sumbing, memberikan pengalaman berendam air hangat yang menyegarkan. Umbul Ponggok dikenal karena memiliki sumber air panas alami yang berasal dari pegunungan sekitar, khususnya Gunung Sumbing. Air panas ini diyakini memiliki khasiat menyehatkan dan menyegarkan. Di sekitar Umbul Ponggok, terdapat fasilitas pemandian berupa kolam renang dan kolam pemandian air panas. Pengunjung dapat menikmati suasana alam sambil berendam di air panas yang nyaman. Lokasi Umbul Ponggok dikelilingi oleh keindahan alam pegunungan. Pohon-pohon hijau dan udara segar membuat tempat ini menjadi pilihan yang baik untuk bersantai dan menikmati alam. Selain berendam, pengunjung juga dapat menikmati aktivitas wisata lain di sekitar Umbul Ponggok, seperti berjalan-jalan atau piknik. Lokasinya yang asri memberikan pengalaman liburan yang tenang. Di sekitar Umbul Ponggok, terdapat warung-warung dan penjual oleh-oleh yang menyediakan makanan lokal dan souvenir khas daerah. Kadang-kadang, Umbul Ponggok menjadi tempat diadakannya festival atau acara khusus tertentu, terutama yang berkaitan dengan budaya lokal atau kegiatan komunitas. 

Stasiun Kereta Api Ambarawa




Museum Kereta Api Ambarawa adalah museum yang terletak di Ambarawa, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didirikan pada tahun 1976 dan terletak di kompleks Stasiun Ambarawa, sebuah stasiun kereta api bersejarah yang dibangun pada era kolonial Belanda. Museum ini dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarang.Stasiun Ambarawa memiliki arsitektur khas kolonial Belanda. Bangunannya mencerminkan gaya arsitektur Eropa pada masa itu. Arsitektur yang indah dan bersejarah membuat stasiun ini menarik bagi para pengunjung yang tertarik dengan warisan budaya. Museum ini memiliki koleksi berbagai jenis kereta api, lokomotif, dan peralatan kereta api lainnya. Koleksi ini mencakup berbagai jenis lokomotif uap, lokomotif diesel, dan kereta penumpang serta kereta barang. Museum Kereta Api Ambarawa juga menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan, termasuk perjalanan kereta api wisata yang menggunakan lokomotif uap antik. Acara-acara ini memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, terutama bagi mereka yang tertarik dengan sejarah kereta api. Museum ini juga memiliki fungsi pendidikan dengan menyediakan informasi sejarah mengenai perkeretaapian di Indonesia. Sebagai tempat wisata, museum ini menarik wisatawan dari berbagai kalangan, termasuk penggemar kereta api, pelajar, dan wisatawan lokal. Stasiun ini juga sering menjadi tuan rumah acara-acara khusus, seperti perayaan hari jadi, pameran, atau festival yang menambah keseruan kunjungan. Jika Anda berencana untuk mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, pastikan untuk memeriksa jadwal operasional dan acara khusus yang mungkin diselenggarakan oleh museum. Ini dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi penggemar sejarah kereta api dan para wisatawan.

Baca juga:Umbul Ponggok


 

Pantai Bandengan




Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Diberi nama Bandengan karena banyak ikan bandeng di pantai ini. Bahkan pantai ini jadi tempat favorit wisata R.A kartini bersama bangsawan Belanda pada masa itu. Begitu memasuki kawasan wisata ini, Anda akan langsung disambut dengan pemandangan asri pepohonan yang menjulang tinggi di sekitar pantai, serta udara yang begitu menyejukkan. Pantai Bandengan merupakan pantai dengan pasir putih dan air  jernih,  cocok untuk berenang. Wisatawan yang berkunjung ke pantai ini kerap memanfaatkan kawasan pantai untuk berenang. Umumnya mereka adalah anak-anak, remaja dan wisatawan asing. Waktu terbaik untuk berenang adalah pada pagi  dan sore hari menjelang indahnya matahari terbenam. Pantai Bandengan di Jepara juga menjadi surganya para penyelam dan pecinta snorkeling. Jernihnya air laut menyuguhkan pemandangan keindahan bawah laut yang tak terlupakan. Disana juga menyediakan sewa peralatan snorkeling dan lihat kehidupan laut yang berwarna-warni, mulai dari ikan kecil yang berenang bebas hingga terumbu karang yang spektakuler. Jika  beruntung, Anda bahkan mungkin akan bertemu dengan penyu laut yang ramah. Tidak hanya berenang dan snorkeling, Pantai Bandengan Jepara menawarkan banyak aktivitas seru lainnya seperti Perahu Kano, Piknik Pantai dan Olahraga Pantai. Bila lelah bermain di pantai, jangan lupa untuk menjelajahi kuliner lezat kawasan tersebut. Pantai Bandengan di Jepara terkenal dengan masakan seafoodnya yang segar dan menggugah selera. Wisatawan juga dapat mencicipi hidangan khas seperti ikan bakar, cumi goreng tepung, dan kerang hijau yang lezat. Pastikan untuk mencoba sambal khas Jepara dengan pedasnya yang membuat ketagihan.


 

Telaga Sunyi




Telaga Sunyi terletak di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi Telaga Sunyi sesuai dengan namanya, wilayah ini tergolong sunyi sehingga dapat digunakan untuk menenangkan diri. Telaga Sunyi dikelilingi pepohonan rimbun, air  jernih, dan suara satwa liar. Sumber air danau ini berasal dari mata air di Gunung Slamet. Sebelum sampai di danau, pengunjung berjalan-jalan menyusuri pedesaan sambil mengagumi pemandangan alam. Air di danau ini sangat jernih sehingga Anda bisa melihat  dasarnya. Namun pengunjung tidak boleh terkecoh karena kedalaman danau mencapai 6 meter. Telaga Sunyi memiliki  air terjun kecil yang mengalir di tengah kolam yang populer di kalangan wisatawan. Ini adalah air terjun kecil yang hanya bisa dilihat saat musim hujan. Bagi wisatawan yang pandai berenang, telaga ini juga dijadikan sebagai spot selfie bawah air. Bahkan jika mereka yang tidak bisa berenang pun bisa bersantai di sekitar danau. Kawasan yang terletak di dalam hutan yang dipenuhi pohon damar dan pinus ini memiliki suasana yang sejuk dan tenang. Ada juga sebuah gua  di sisi kanan danau. Hampir seluruh lantai gua ditutupi bebatuan berlumut sehingga pengunjung yang ingin menjelajahi gua akan didampingi oleh pemandu profesional. Untuk masuk ke lokasi wisata setiap pengunjung hanya perlu membayar Rp. 10.000 per orang sedangkan untuk parkir kendaraan roda dua hanya Rp 2.000 saja. Destinasi ini buka dari jam 07.00 sampai jam 17.00 WIB. Harga tiket masuk yang murah dan pemandangan yang disajikan merupakan daya tarik bagi wisatawan untuk kembali datang untuk menikmati keindahannya.


 

Candi Gedong Songo





Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek candi  Hindu yang terletak di desa Candi, kecamatan Bandungan, provinsi Semarang. Nama Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa Gedong yang berarti bangunan dan Songo yang berarti sembilan. Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang juga tidak kalah mengagumkan. Namun demikian, jumlah candi ini kurang dari sembilan. Lokasi antar Candi cukup berjauhan, sehingga Anda yang ingin mengunjungi semua Candi harus memiliki stamina yang cukup kuat. Candi Gedong Songo terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut. Maka dari itu, suhu udara di sekitar candi cukup dingin. Di Candi Gedong Songo juga para pengunjung bisa melihat hutan pinus yang terawat baik dan mata air yang dipenuhi belerang. Selain itu, para pengunjung juga bisa melihat  kabut tipis membubung dari puncak gunung. Akibatnya, pengunjung kadang mengalami keterbatasan jarak pandang. Di Candi Gedong Songo, para pengunjung juga bisa menemukan sebuah pemandian air panas yang berada di antara Candi Gedong III dan Candi Gedong IV. Pemandian air panas ini diletakkan di sebuah kepundan gunung, dimana airnya memang benar benar alami dan airnya pun berasal dari gunung langsung. Air di pemandian ini asli belerang, jadi jangan heran kalau baunya cukup menyengat sehingga airnya pun juga sangat bermanfaat bagi kulit. 

Baca juga:Telaga Sunyi

 

Kota Lama Semarang





Kota Lama Semarang merupakan  kawasan peninggalan dengan bangunan-bangunan tua  bersejarah yang berasal dari Hindia Belanda  ratusan tahun lalu dan mendapat julukan sebagai Little Netherland. Pada masa itu, kawasan ini merupakan pusat pmerintahan. Arsitektur bangunannya bergaya Eropa, dengan pintu  dan jendela utama yang besar, elemen dekoratif, dan langit-langit yang tinggi. Beberapa tempat yang ramai dan menarik untuk dikunjungi adalah Gereja Blenduk, Taman Srigunting, Gedung Asuransi Jiwasraya, Gedung Bank Mandiri Mpu Tantular, Rumah Akar sebelah Gedung Jiwasraya, Gedung Oudetrap, Galeri Seni Semarang, Despiegel, Marva, dll. Kota Lama Semarang sendiri terletak di kawasan yang strategis. Hal ini tidak lepas dari nilai sejarah bagaimana kota ini pernah ditetapkan sebagai pusat komersial. Terletak di tepian Sungai Mberok,  kawasan ini sering dikunjungi para pedagang dari Tiongkok, Arab, dan Belanda pada saat itu. Kota Lama Semarang terletak di Jalan Lejeng Suprapto, Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bagi para pecinta fotografi, Kota Lama menawarkan banyak pemandangan menakjubkan yang layak diabadikan. Bangunan-bangunan bersejarah dengan gaya arsitektur klasik menjadi objek utama untuk menghasilkan foto-foto yang artistik dan memukau. Selain hunting foto, para pengunjung juga bisa sekalian tur sejarah. Mengingat setiap bangunan akan memiliki cerita sendiri yang menarik untuk diulik. Jika tidak ingin berjalan kaki, para pengunjung juga bisa menyewa sepeda  untuk berkeliling. Jika tertarik para pengunjung bisa langsung menuju pusat informasi wisata di gedung Popo dimana anda bisa menyewanya. Dengan cara ini, Anda bisa mengikuti rute yang ditentukan dan semakin meningkatkan keseruannya. Aktivitas seru yang sayang untuk dilewatkan di Kota Lama Semarang adalah mencari barang antik di Pasar Klitikan. Tentu  saja ini menyenangkan, apalagi bagi yang menyukai barang antik. selain itu, para pengunjung juga bisa menikmati beragam hidangan lezat dan enak. Misalnya, mencoba es  Bogado yang  legendaris di dekat Gereja Blenduk. Berwisata ke Kota Lama Semarang lebih dari sekedar mengunjungi bangunan-bangunan kuno. Tentunya masih banyak tempat yang  bisa Anda kunjungi yang akan membuat liburan Anda semakin seru. Menariknya, tiket masuk ke sini tidak dipungut biaya apa pun. Yang Anda butuhkan hanyalah tempat parkir  atau tiket ke museum.


 

Hutan Limpakuwus




Hutan Pinus Limpakuwus terletak di sebelah timur kawasan wisata Baturraden, tepatnya di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Obyek wisata ini merupakan hutan yang berada di kawasan wisata Baturaden Kabupaten Banyumas, yang berada di ketinggian 750 mdpl. Terletak di lereng Gunung Slamet, puncak tertinggi di Jawa Tengah, hutan pinus Limpakuwus menjadi rumah bagi banyak pohon pinus yang berusia lebih dari 30 tahun dan berjajar rapi sehingga menciptakan suasana yang sangat sejuk dan membuat pengunjung bisa mendapatkan ketenangan dan dapat menghapus rasa penak selama berada di sini. Hutan Pinus Limpakuwus Baturraden juga menghadirkan pemandangan alam yang begitu memesona, dengan hadirnya panorama alam yang menampilkan view Gunung Slamet yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai objek foto yang memukau. Selain menikmati pemandangan alam sekitar, para pengunjung juga bisa menikmati beragam aktivitas seru yang memacu adrenalin di hutan pinus Limpakuwus seperti bermain Flying Fox, jembatan gantung, laba-laba, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada juga wahana seru untuk anak bernama Playground Kids. Di sini, anak-anak bisa bermain kereta mini, trampolin, ayunan, rumah perosotan, bahkan mobil mainan. Untuk mencoba wahana Outbond atau Playground ini pengunjung harus mengeluarkan biaya tambahan. Di Hutan Limpakuwus juga menyediakan cottage atau penginapan sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi bermalan di Hutan. Desain dari cottagenya pun cukup unik, bentuknya seperti tenda tetapi sudah didesign permanen. Fasilitas penunjang cottage ini pun sudah setara dengan hotel. Bagi kamu si anak outdoor yang hobi kemah, pihak pengelola pun menyediakan area khusus  berupa Camping Ground untuk digunakan pengunjung yang ingin berkemah. Kamu bisa membawa peralatan camping sendiri atau menyewa peralatan yang disediakan pihak pengelola. Pada akhir pekan area camping ground ini ramai ditempati pengunjung.


 

Candi Borobudur




Candi Borobudur merupakan candi yang dikenal sebagai peninggalan peradaban agama Buddha dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi yang memiliki banyak stupa ini didirikan oleh umat Buddha Mahayana sekitar abad 8-9 sekitar tahun 800 M pada masa pemerintahan dinasti Shailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Budha terbesar di dunia dan juga salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran.Candi Borobudur merupakan bangunan yang memiliki bentuk struktur seperti punden berundak yang tingginya menurun dengan empat anak tangga di setiap arah mata angin. Panjangnya sekitar 121,66 meter, lebarnya 121,38 meter, dan tingginya 35,40 meter. Menurut filsafat Budha, struktur  Candi Borobudur merupakan konsepsi alam semesta. Makna struktur ini diduga mirip dengan roda kehidupan alam semesta yang terbagi menjadi tiga bagian yang disebut Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadatu. Candi Borobudur dihiasi 2.672 panel relief berupa naratif dan dekoratif serta 504 arca Buddha, sehingga diklaim sebagai pemilik relief Buddha terlengkap serta terbanyak di dunia. Candi Borobudur juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada tahun 1991 alasan UNESCO sendiri menetapkan Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia karena bangunan candinya yang sangat unik dengan arsitektur yang luar biasa. Selain itu, tiap bangunan di Borobudur juga memiliki karakteristik dan makna tersendiri.
Berikut adalah daya tarik Candi Borobudur yang membuatnya layak untuk dikunjungi
1.Keindahan Arsitektur dan Karya Seni 
Candi Borobudur memiliki arsitektur yang sangat indah dan rumit dengan ribuan relief ukiran tangan yang  menggambarkan ajaran Buddha. Candi ini mempunyai tiga tingkat utama, dengan rangkaian stupa  di puncaknya. Setiap stupa berisi patung Buddha, dan kompleks candi  dikelilingi oleh 72 stupa kecil, semuanya dihiasi dengan ukiran yang indah.
2.Makna Religi dan Budaya 
Candi Borobudur merupakan  monumen religi dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Kuil ini merupakan simbol agama Buddha dan  pusat kegiatan keagamaan yang penting. Setiap tahun, ribuan umat Buddha dari seluruh dunia berkumpul di Candi Borobudur untuk merayakan ritual Waisak, yang memperingati kelahiran, wafat, dan pencerahan Sang Buddha.
3.Seni dan Budaya Lokal 
Wisatawan dapat menikmati budaya dan seni lokal di sekitar Candi Borobudur. Berbagai kegiatan budaya diadakan di sekitar candi, termasuk tarian dan musik tradisional. Wisatawan juga dapat membeli berbagai jenis oleh-oleh dan oleh-oleh khas Borobudur seperti kerajinan tangan, pakaian batik, serta makanan khas seperti nasi liwet dan gudeg.

 
 


 

Gunung Slamet




Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.432 mdpl dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dan gunung tertinggi kedua di pulau Jawa, setelah gunung Semeru. Gunung Slamet merupakan gunung dengan suhu rata-rata terendah di Pulau Jawa dan curah hujan tahunan tertinggi di Indonesia, dengan curah hujan tahunan sebesar 8.134,00 milimeter (mm). Hingga saat ini, Gunung Slamet masih menjadi salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung Slamet cukup populer sebagai tujuan pendakian lantaran statusnya sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, meskipun medannya dikenal sulit dan memiliki suhu yang begitu dingin serta basah. Gunung Slamet memiliki banyak jalur pendakian yang tersebar di lima kabupaten. Lima jalur pendakian yang terkenal, adalah jalur Guci, Bambangan, Kali Wadas, Cemara Sakti, dan Baturadden. Gunung Slamet terletak di tengah Pulau Jawa dan memiliki letak yang strategis sehingga pemandangan dari atas sangat indah. Kejernihan dan keindahan alam yang mengelilingi gunung ini membuat setiap pendakian menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari puncak Gunung  Slamet,  pendaki bisa menikmati panorama menakjubkan lembah hijau  subur dan berbagai sungai yang mengalir melalui daratan Jawa. Pendaki juga dapat menjumpai berbagai jenis flora dan fauna langka yang hidup di wilayah ini. Misalnya, bunga edelweis dan elang Jawa.

Baca juga:Candi Borobudur


 

Wisata Alam Gumuk Reco




Objek wisata Gumuk Reco berada di Kepil, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Semarang Jawa Tengah. Wisata di Gumuk Reco menawarkan pemandangan alam yang mempesona berupa pegunungan dan pepohonan yang membentang sejauh mata memandang. Daya tarik tersendiri bagi wisatawan adalah adanya tebing-tebing dengan bebatuan yang bentuknya sangat unik dan menjulang tinggi di antara pepohonan. Nama 'Gumuk Reco' dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai 'gundukan patung' karena bentuk gundukan tersebut menyerupai patung yang belum selesai dipahat pada masa Majapahit. Dari ketinggian kurang lebih 800 meter di atas permukaan laut, para pengunjung bisa menikmati panorama indah berupa pemandangan desa, Gunung Teromyo, dan Merbabu. Objek wisata ini juga menawarkan wahana yang seru dan memacu adrenalin sehingga berkunjung ke sini memberikan pengalaman baru bermain di atas tebing dan jurang yang cukup dalam.
Adapun beberapa wisata yang memacu adrenalin yang dapat dicoba, seperti:
1. Jembatan Kaca
Salah satu wahananya berupa jembatan kaca sepanjang 15 meter dengan ketinggian sekitar 17 meter. Jembatan tersebut mengarah ke rumah pohon  di tepi tebing setinggi 300 meter. Saat menyeberangi jembatan cukup memacu adrenalin karena dapat melihat jurang. Para pengunjung akan dikenakan  tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang untuk wahana ini
2. Ayunan Langit
Ayunan langit memiliki ketinggian sekitar 800 meter sehingga sangat memacu adrenalin pengunjung. Para pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000 per orang.
3. Ondo Langit
Ondo Langit merupakan wahana berupa tangga yang berada di tepi tebing. Pengunjung dapat mengakses tangga menggunakan peralatan keselamatan yang  disediakan oleh pihak pengelola. Ondo langit merupakan wahana yang memiliki harga tiket masuk paling mahal dengan tarif Rp25 ribu per orang.


Baca juga:Gunung Slamet
 

Pantai Suwuk




Pantai Suwuk terletak di Desa Tambakmulyo, Kecamatan puring , Kabupaten kebumen. Pantai Suwuk memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan karena keindahan Sungai Telomoyo yang mengalir dan bermuara di Muara Suwuk. Muara inilah yang  memisahkan Pantai Suwuk dengan Pantai Karang Bolong, sehingga pengunjung dapat melihat Pantai Karang Bolong dari kejauhan. Pantai Suwuk juga memiliki pemandangan yang indah dengan adanya pegunungan kapur yang membentang dari utara ke selatan dan berakhir di pantai ini. Dengan hamparan pantai yang luas dengan latar belakang pasir hitam, langit biru, dan awan putih. Para wisatawan juga bisa bermain-main di dibibir pantai dengan deburan ombak dan anginnya yang sepoi-sepoi akan menjadikan kenikmatan tersendiri bagi pengunjung. Para Wisatawan juga dapat menyewa jeep offroad, yang siap mengantar menjelajahi pantai yang cukup luas ini. Selain itu juga ada pilihan menaiki ATV, untuk menelusuri bibir pantai dengan kendaraan offroad. Di Pantai Suwuk juga menyediakan persewaan kuda yang bisa dicoba, untuk kamu ataupun untuk anak-anak yang dibantu oleh pemandu kuda yang siap menjaga selama menaiki kuda. Setelah lelah seharian  bermain di Pantai Suwuk, para wisatawan dapat mencoba hidangan khas pantai ini, misalnya Pecel Lontong yang disajikan dengan mendoan hangat. Selain itu, masih ada menu lain yang sulit ditemukan di tempat lain seperti yutuk goreng  khas Kebumen dan peyek yutuk. Dikutip dari laman kebumenkab.go.id, harga tiket masuk Pantai Suwuk Kebumen sangat terjangkau dan murah. Untuk tarifnya hanya Rp5.000 per orang. Untuk harga tiket parkirnya Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

 


 

Pantai Karang Bolong





Pantai Karang Bolong terletak di Desa Karambolong, Kecamatan Buayan. Pantai Karang Bolong merupakan pantai berpasir landai  yang cukup luas dan dikelilingi perbukitan serta pantai ini juga memiliki laut biru indah sehingga membuat pantai terlihat sangat cantik.  Pantai Karangbolong berupa pantai dengan karang berlubang. Dalam bahasa Jawa, lubang berarti bolong yang terdapat di sisi timur. Alhasil, pantai Karangbolong memiliki pemandangan batuan abrasi yang unik. Hal ini terjadi karena sapuan ombak yang besar menerjang dinding bukit mengikis dan mengendapkan kembali batuan di kawasan itu. Gua Karang Bolong  memiliki panjang 30 meter, lebar 10 meter, dan tinggi sekitar 5 meter. Pantai Karangbolong memiliki potensi arus balik yang kuat, sehingga kawasan ini berbahaya untuk berenang. Kegiatan yang dapat dilakukan di pantai ini yaitu memancing, sebab ikan karang di pantai ini cukup melimpah. Wilayah Karang Bolong  terkenal dengan sarang burung waletnya. Pengumpulan sarang burung walet  secara tradisional  dilakukan empat kali dalam setahun, dilanjutkan dengan serangkaian prosesi adat dan pertunjukan kesenian setempat. Pantai ini selalu buka setiap hari dari Senin hingga Minggu mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Selain itu, harga tiket masuknya hanya Rp15.000 per orang.

Baca juga:Pantai Suwuk

 

Candi Cetho



Candi Cetho merupakan sebuah candi Hindu yang terletak di lereng Gunung Lawu, secara administratif terletak di dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada ketinggian 1496 meter, sehingga sering disebut sebagai Candi di atas awan. Candi Cetho yang terletak di kaki Gunung Lawu adalah salah satu Candi tertinggi di Indonesia yang memiliki keunikan pada keindahan alam dengan hutan dan pemandangan pegunungan disekitarnya yang masih asri disertai dengan udara yang masih sejuk dan dingin. Selain itu, keistimewaan lain dari Candi Cetho adalah suasananya yang sakral, terlebih dengan masih kentalnya budaya Jawa dan ilmu kejawen di masyarakat sekitar Gunung Lawu, sehingga merupakan hal yang umum untuk melihat orang-orang mengadakan ritual untuk menghormati dan berdoa kepada  leluhur gunung mereka. Maka tak heran jika kalian menemukan banyak sesaji yang terdapat di beberapa sudut di Candi Cetho sebagai media untuk melakukan ritual.  Dan ada dugaan kuat bahwa bangunan ini dibangun pada masa Majapahit pada abad ke-15. Seperti halnya Candi Sukuh, Candi Setho juga mencerminkan konsep megalit. Berdasarkan data tahun 1928, Candi Cetho mempunyai 13  teras berundak dari barat ke timur. Namun, hanya sembilan teras yang tersisa pada pemugaran tahun 1978. Untuk mencapai lokasi Candi Cetho para pengunjung harus mendaki dan melewati medan yang cukup terjal karena terletak di lereng Gunung Lawu. Namun para pengunjung juga dapat mendaki sambil menikmati pemandangan yang indah karena dikelilingi oleh pepohonan. Untuk dapat masuk ke Candi Cetho wisatawan cukup membayar tiket masuk untuk wisatawan lokal sebesar Rp.10.000,- dan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp. 30.000,-. Untuk tiket masuk Candi Cetho sudah menggunakan E-Ticketing. Beberapa fasilitas yang tersedia seperti toilet, mushola, toko oleh – oleh dan cindera mata, dan area parkir.  


 

Wisata Grojogan Sewu




Air Terjun Grojogan Sewu merupakan objek wisata alam yang terletak di Jl.Raya Tawangmangu, Kecamatan Beji, Kec.Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Saat mengunjungi Grojogan Sewu, pengunjung akan disugui keindahan air terjun dengan ketinggian sekitar 81 meter yang dimiliki oleh Badan Pariwisata Grojogan Sewu seluas 20 hektar. Dengan pemandangan alam yang indah dan pepohonan rindang yang menjulang tinggi. Dalam bahasa Jawa, grojogan berarti air terjun dan sewu berarti seribu. Singkatnya, Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Air terjun di sini hanya terdapat satu, namun terdapat beberapa titik air terjun. Selain itu, terdapat banyak monyet di kawasan ini, sehingga pengunjung sebaiknya berhati-hati saat membawa barang  agar bisa diawasi dengan ketat karena mungkin saja monyet-monyet disana bisa mencuri barang anda kapan saja. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan para pengunjung ketika berada di air terjun seperti berfoto dengan latar belakang air terjun, main dialiran air terjun,  Disana para pengunjung juga dapat menikmati sate kelinci yang menjadi kuliner khas Tawangmangu sambil menikmati keindahan air terjun serta Wisatawan bisa berjalan-jalan sambil menikmati suasana alam dan bisa melihat monyet yang berlalu-lalang di sekitar jalan setapak. Adapun untuk menikmati keindahan Air Terjun Grojogan Sewu harga tiket masuknya adalah Rp 22.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 175.000 untuk turis asing.

Baca juga:Candi Cetho


 

Tebing Brown Canyon




Indonesia mempunyai tempat wisata alam seperti Arizona di Amerika. Tempat ini dikenal dengan nama Brown Canyon. Tempat wisata Brown Canyon terletak di  Semarang, Tembaran, dan Lowosari, Jawa Tengah. Tempat wisata Brown Canyon Semarang sebenarnya bukanlah sebuah tempat wisata melainkan hanya sebuah bukit, namun setelah bertahun-tahun adanya kegiatan mencari dan menggali material setiap hari, akhirnya terbentuklah seperti lembah hijau Amerika. Keindahan panorama alam yang eksotik menjadikan Brown Canyon Semarang sebagai objek wisata dan salah satu destinasi  terbaik bagi para pecinta fotografi. Waktu terbaik mengunjungi Brown Canyon adalah sore hari saat cuaca bebas debu dan tenang, jauh dari hiruk pikuk para penambang. Kehadiran kolam alami semakin menarik minat wisatawan karena warna airnya yang jernih. Kehadiran kolam di antara tebing batu dan bukit pasir menarik perhatian pengunjung. Yang unik adalah cekungan ini terbentuk secara tidak sengaja akibat penggalian besar-besaran pada celah batuan awal. Kolam berwarna hijau jernih terlihat bagus di Instagram dan menjadi spot foto populer bagi wisatawan. Keindahan dan keunikan wisata Semarang bisa Anda nikmati secara gratis. Artinya harga tiket masuk objek wisata terkenal ini tidak dikenakan biaya sepeser pun. Namun, Anda harus membayar biaya tambahan untuk parkir dan membeli makanan ringan di sekitar objek wisata. 

 


 

Curug Cipendok




Curug Cipendok terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Curug Chipendok merupakan air terjun setinggi 92 meter yang berada di lereng Gunung Slamet. Daya tarik objek wisata ini adalah telaga dengan air yang cukup jernih dan di sekitarnya dikelilingi hutan yang masih alami.Anda juga bisa mendengar suara burung langka, seperti elang jawa yang berputar-putar di sekitar air terjun di atas danau. Dan Jika anda beruntung, Anda bisa melihat spesies endemik seperti  monyet leklek dan monyet abu-abu. Air Terjun Cipendok mempunyai daya tarik tersendiri karena kondisi alamnya yang masih alami. Kesunyian juga masih terasa karena masih sedikitnya wisatawan yang berkunjung untuk menikmati keindahan alamnya. Udara disekitarnya sejuk dan terdapat tanaman pohon di sepanjang jalan menuju ke sana. Kawasan ini memiliki tempat perkemahan, Peternakan Sapi Perah Mangala BBPTU Baturaden dan sebuah danau bernama Telaga Pukun. Keindahan alam Curug Cipendok pertama kali diketahui oleh pemerintah kabupaten Banyumas pada tahun 1984, dan  resmi dibuka sebagai objek wisata pada tahun 1987 setelah dibangunnya fasilitas dasar seperti tempat istirahat dan musala, pada tanggal 27 Februari 1987. Ketinggian Curug Cipendok adalah 93 meter sehingga di ketinggian tersebut, aliran air cukup deras. Anda dapat mendengar suara air bahkan sebelum Anda mencapai air terjun. Jika Anda berenang atau hanya membasahi kaki kaki anda, berhati-hatilah karena arus airnya deras dan bebatuannya licin. Di samping Air Terjun Cipendok juga telah dibangun panggok, yang bisa digunakan untuk berswafoto jadi pengunjung tidak perlu turun ke aliran air. Cukup hanya  di Pangok saja anda bisa merasakan gerimis  air terjunnya. Akses jalan menuju Curug Cipendok sudah beraspal bagus. Hanya saja harus melewati jalan yang berliku dan menanjak khas pegunungan. Harga tiketnya terbilang murah anda hanya perlu merogoh kantong 10.000 rupiah per orang, kita sudah bisa menikmati indahnya Curug Cipendok. Dari pintu masuk kita sudah disuguhi pohon rindang yang berjejer sepanjang jalan. 

 


 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review