Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS).Disebut Lawang Sewu karena jumlah pintu yang ada di gedung ini sebanyak 429 buah, beserta jendela tinggi sebanyak 1000. Gedung yang memiliki 3 lantai ini tepatnya beralamat di Jalan Pemuda No.160, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah,Kota Semarang, Jawa Tengah. Dalam bahasa Jawa kata lawang” berarti pintu, dan “sewu” bermakna seribu, sehingga banyak yang mengartikan Lawang Sewu menjadi seribu pintu. Faktanya, seperti dilansir dari laman kemenparekraf.go.id, bangunan Lawang Sewu ini hanya memiliki 928 pintu atau kurang 72 pintu saja untuk disebut bagunan dengan seribu pintu. Mengunjungi Lawang Sewu merupakan pengalaman yang menyenangkan. Begitu memasuki Lawang Sewu, Anda langsung merasakan seakan berada di dalam lorong seribu pintu. Setiap ruang memiliki pintu yang letaknya sejajar. Banyaknya pintu ini berfungsi sebagai sirkulasi udara sekaligus mempermudah mobilitas pegawai NIS. Di lantai pertama, Anda akan menjumpai beberapa ruangan berisi dokumentasi sejarah perkeretaapian Indonesia dan sejarah gedung ini. Di sudut lantai pertama terdapat sebuah tangga menuju ruang bawah tanah. Di lantai dua ada aula besar yang dahulu digunakan sebagai tempat perayaan atau pesta. Memasuki lantai tiga, Anda bisa menjumpai satu ruangan besar berjendela. Dulunya ruangan ini jadi tempat olahraga bagi pegawai NIS. Dari lantai ini bisa terlihat pemandangan sekitar Tugu Muda.Tempat wisata ini buka setiap hari atau Senin sampai Minggu, dengan jam operasional mulai pukul 07.00 hingga pukul 21.00 WIB.Tiket masuk ke Lawang Sewu juga terbilang murah, cukup membayar sebesar Rp.10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.
Baca juga:Taman Nasional Karimun Jawa


Januari 14, 2024
Tuti Susilawati

0 Comments:
Posting Komentar