Candi Arjuna, juga dikenal sebagai Candi Semar, adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak di daerah Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Kabupaten Banjarnegara. Candi ini merupakan bagian dari kompleks Candi Dieng yang terdiri dari sejumlah candi Hindu tua. Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada abad ke-7 atau ke-8 Masehi. Candi Arjuna memiliki arsitektur khas candi Hindu. Struktur candi terdiri dari beberapa bangunan, termasuk candi utama yang dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan adegan-kejadian dari mitologi Hindu. Candi-candi di kompleks Dieng pada umumnya didedikasikan untuk dewa-dewi Hindu. Candi Arjuna diduga didedikasikan untuk Arjuna, salah satu tokoh pewayangan Mahabharata. Sebagian besar relief di Candi Arjuna menggambarkan kisah-kisah dari epik Mahabharata, yang merupakan salah satu naskah suci Hindu. Relief-relief tersebut memberikan gambaran tentang mitologi dan kehidupan pada masa itu. Selain nilai sejarah dan arsitekturalnya, lokasi Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng memberikan pemandangan alam yang indah. Dataran tinggi ini terkenal dengan lingkungannya yang sejuk dan keindahan alamnya. Masyarakat percaya bahwa di dalam Candi Arjuna terdapat adanya air suci di dalam sebuah yoni, tempat yang digunakan untuk melahirkan. Air itu dipercaya tidak akan pernah habis walaupun sedang musim kemarau serta dianggap sakral sampai saat ini. Daya tarik selanjutnya dari candi ini yang membuat banyak wisatawan kesana adalah karena adanya Tarian Rampak Yakso Pringgondani. Tarian Rampak Yakso Pringgondani merupakan tarian kebanggaan dari masyarakat Dieng dan tarian ini ditarikan saat menyambut panen raya. Daya tarik utama Candi Arjuna, selain bangunan candinya yang bersejarah ialah adanya beberapa ritual yang kerap kali diadakan di sana. Selain digunakan untuk memperingati Hari Raya Galungan, candi ini juga sering digunakan untuk ritual, salah satunya ritual Ruwatan Rambut Gimbal. Ritual Ruwatan Rambut Gimbal sendiri merupakan upacara pemotongan rambut anak-anak yang memiliki rambut gimbal. Ritual ini dilakukan oleh masyarakat sekitar daerah Dataran Tinggi Dieng, jawa Tengah. Ritual ini di lakukan pada satu suro menurut kalender Jawa. Ritual ini yang menjadi andalan dari atraksi wisata budaya yang dilaksanakan pada Dieng Cultural Festival.
Baca juga:Pantai Pasir Kencana


Januari 28, 2024
Tuti Susilawati

0 Comments:
Posting Komentar