Candi Cetho merupakan sebuah candi Hindu yang terletak di lereng Gunung Lawu, secara administratif terletak di dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada ketinggian 1496 meter, sehingga sering disebut sebagai Candi di atas awan. Candi Cetho yang terletak di kaki Gunung Lawu adalah salah satu Candi tertinggi di Indonesia yang memiliki keunikan pada keindahan alam dengan hutan dan pemandangan pegunungan disekitarnya yang masih asri disertai dengan udara yang masih sejuk dan dingin. Selain itu, keistimewaan lain dari Candi Cetho adalah suasananya yang sakral, terlebih dengan masih kentalnya budaya Jawa dan ilmu kejawen di masyarakat sekitar Gunung Lawu, sehingga merupakan hal yang umum untuk melihat orang-orang mengadakan ritual untuk menghormati dan berdoa kepada leluhur gunung mereka. Maka tak heran jika kalian menemukan banyak sesaji yang terdapat di beberapa sudut di Candi Cetho sebagai media untuk melakukan ritual. Dan ada dugaan kuat bahwa bangunan ini dibangun pada masa Majapahit pada abad ke-15. Seperti halnya Candi Sukuh, Candi Setho juga mencerminkan konsep megalit. Berdasarkan data tahun 1928, Candi Cetho mempunyai 13 teras berundak dari barat ke timur. Namun, hanya sembilan teras yang tersisa pada pemugaran tahun 1978. Untuk mencapai lokasi Candi Cetho para pengunjung harus mendaki dan melewati medan yang cukup terjal karena terletak di lereng Gunung Lawu. Namun para pengunjung juga dapat mendaki sambil menikmati pemandangan yang indah karena dikelilingi oleh pepohonan. Untuk dapat masuk ke Candi Cetho wisatawan cukup membayar tiket masuk untuk wisatawan lokal sebesar Rp.10.000,- dan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp. 30.000,-. Untuk tiket masuk Candi Cetho sudah menggunakan E-Ticketing. Beberapa fasilitas yang tersedia seperti toilet, mushola, toko oleh – oleh dan cindera mata, dan area parkir.
Baca juga:Pantai Karang Bolong


Januari 15, 2024
Tuti Susilawati

0 Comments:
Posting Komentar