Blogger templates

Lereng Kelir



 

Lereng Kelir ini berada di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Dari pusat Kota Semarang, tempat ini bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar dua jam. Sesampainya di lokasi parkir, pengunjung harus berjalan kaki dan mendaki selama 1,5 jam melalui Dusun Gertas. Jika sudah berada di puncak lereng, anda akan melihat keindahan alam yang terhampar di sana. Selain itu ada beberapa spot menarik yang memang di buat oleh pengelola. Salah satu spot yang cukup populer adalah menara pandang yang terbuat dari bambu. Sesuai dengan namanya, di menara tersebut nantinya anda bisa melihat keindahan alam dengan lebih puas. Gardu pandang Lereng Kelir dibangun di atas bukit di ketinggian 1300 Mdpl, maka tak heran ketika kita naik di gardu ini kita bisa melihat panorama danau Rawa Pening, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu dan kota-kota di sekitarnya seperti Ambarawa dan Salatiga. Tidak jauh dari lokasi gardu pandang terdapat camping area dengan luas sekitar 600 meter persegi. Tempat ini di tujukan bagi wisatawan atau pengunjung yang ingin camping atau sekedar ingin menikmati suasana malam hari di area puncak. Namun pengunjung di haruskan untuk membawa semua perbekalan masing-masing. Jika anda menginap dengan berkemah di Lereng Kelir. Pasalnya Sunrise saat pagi cukup membuat siapapun menjadi takjub. Terlebih lagi posisi sunrise berada di tengah wilayah pegunungan. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang berbondong-bondong untuk mengambil gambar keindahan sunrise terlebih saat cuaca sedang mendukung. Area swafoto atau selfie pun dibuat oleh para pemuda setempat agar pengunjung dapat mengabadikan kenangannya di tempat itu. Selain itu, adanya warung kopi yang didirikan oleh para pemuda Dusun Gertas, menjadikan pengunjung yang ingin menikmati kopi di atas bukit menjadi sensasi tersendiri. Namanya Hilside Caffe Lereng Kelir. Dusun Gertas juga terkenal dengan buah duriannya yang mepunyai cita rasa khas Durian Brongkol yang sudah terkenal akan kualitas buahnya. Desa wisata Gertas Lereng Kelir juga menawarkan paket wisata antara lain pengolahan kopi. Di tempat itu, pengunjung dikenalkan budidaya tanaman kopi mulai dari tanam, perawatan, sampai panen dan pengolahan menjadi bubuk kopi yang siap di sajikan. Para pengunjung juga dapat menikmati Kuliner khas lereng kelir, salah satunya sego rentung. Kuliner khas desa wisata Gertas Lereng Kelir ini berbahan utama jantung pisang dan daging. Olahan kuliner ini dinamakan sego rentung yang artinya nasi rendang jantung. Selain menu utama, makanan ringan lainnya yang juga khas dari desa wisata Gertas Lereng Kelir antara lain, Likak likuk. Makanan ini terbuat dari singkong yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi seperti donat dengan toping lelehan gula aren. Lalu, ada klepon talas, olahan kuliner berbahan utama umbi talas. Ada pula jenang kopi, wingko durian, peyek pete, peyek kelor, stik durian dan masih banyak lagi.

Baca juga:Pantai Maron

Pantai Maron


 


Tak jauh dari pusat Kota Semarang, ada satu pantai yang cukup ‘hidden gem’ karena masih jarang banyak orang ketahui. Namanya adalah Pantai Maron. Berjarak sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Semarang, Pantai Maron dapat ditempuh kurang dari 30 menit dari sekitar Simpang Lima. Pantai Maron berlokasi di Desa Tambakrejo, Tugurejo, Tugu, Kota Semarang. Pantai ini letaknya tidak jauh dari Pantai Tirang, hanya terpisahkan oleh muara Sungai Silandak. Namun, berbeda dengan Pantai Tirang, Pantai Maron layak masuk dalam kategori ‘hidden gem’  lantaran akses menuju pantai ini masih sangat terbatas. Untuk bisa sampai ke Pantai Maron, pengunjung dapat melintasi Jalan Jembawa Raya. Dari sana, akan ada plang yang mengarahkan ke Pantai Maron. Sebelum sampai ke lokasi wisata pantai, di perjalanan Anda akan diberikan pemandangan yang mengesankan. Sehingga Anda tidak hanya menikmati keindahan pantai saat tiba. Namun dalam perjalanan pergi dan pulang Anda akan menikmati pesona alam yang menakjubkan. Sepanjang jalan terdapat hamparan pepohonan hijau. Ada hamparan tambak yang luas dan menjadi pemandangan yang membuat daya tarik plus di wisata ini. Sejauh Anda memandang, akan terlihat aliran kali Banger yang menyejukkan mata. Lokasi pantai yang berada di kawasan utara membuat kawasan wisata Maron memiliki ombak yang bersahabat. Sehingga Anda bisa bebas bermain air sesuka hati tanpa khawatir ombak menyeret. Anda bisa berenang dan berendam di pinggir pantai. Suara nyanyian burung dan suasana pantai yang nyaman menjadi nilai plus destinasi ini, ditambah hembusan angin spoi-spoi yang pastinya jarang Anda temui di perkotaan. Selain pantai yang indah, keindahan sunsetnya juga menjadi nilai tambah untuk keindahan pantai ini yang tiada tanding di Semarang. Beberapa pengunjung yang berasal dari kota Semarang maupun luar kota selalu menunggu kedatangan sunset di pantai indah ini. Suasana sore saat sunset di Pantai Maron menjadi lebih syahdu dan romantis. Saat sunset dimanfaatkan untuk berfoto ria bersama teman-teman. Selain itu banyak orang-orang yang datang untuk berfoto prewedding di sini. Karenanya lokasi pantai menjadi sangat favorit bagi banyak wisatawan. Anda juga akan susah untuk kembali pulang dan meninggalkan pantai Maron ini. Anda hanya perlu untuk membayar Rp 5.000 saja untuk bisa masuk ke Wisata Pantai Maron di Semarang. Pembayaran parkir untuk kendaraan roda dua hanya Rp 2.000. Pembayaran parkir untuk roda empat dan sejenisnya Rp 5.000 saja.

Baca juga:Lereng Kelir


Masjid Agung Jawa Tengah





Masjid Agung Jawa Tengah (Masjid Agung Jawa Tengah) merupakan masjid terbesar di Jawa Tengah yang terletak di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari. Masjid ini dirancang dalam gaya arsitektur campuran Jawa, Islam dan Yunani. Bangunan utama masjid ini memiliki luas 7,669 meter persegi sehingga membuat kapasitas masjid ini mencapai 15.000 bagi jamaah. Di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah Semarang di pasang payung raksasa yang berjumlah 6 payung. Payung raksasa ini untuk menahan panas dan hujan, namun payung seperti di Masjid Nabawi Madinah ini juga memberikan arsitektur eksterior masjid semakin indah. Payung raksasa yang ada di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini masing-masing memiliki ketinggian 20 meter dan berdiameter 14 meter. Payung ini di fungsikan / di buka ketika sholat Jumat, sholat Idul Fitri, dan sholat Idul Adha dengan syarat pada saat pelaksanaan sholat kekuatan hembusan angin tidak lebih dari 200 knot. Jika hembusan angin lebih dari 200 knot, maka payung rawan sobek atau rusak. Keistimewaan Masjid Agung Jawa Tengah Semarang yang sangat populer adalah Menara Asma Al-Husna. Menara masjid dengan ketinggian 99 meter ini memang di bangun untuk obyek wisata dengan beberapa fungsi didalamnya. Sehingga setiap harinya menara 99 meter ini ramai dengan pengunjung untuk melihat isi dalam menara dan melihat pemandangan Kota Semarang dari atas menara Asma Al-Husna. 

Baca juga:Pantai Maron

Pagoda Avalokitesvara




Pagoda Avalokitesvara juga dikenal dengan nama Pagoda Kwan Im. Pasalnya, di dalam vihara ini terdapat patung Dewi Kwan Im dengan tinggi sekitar lima meter. Pagoda ini merupakan tempat sembahyang agama Buddha dan termasuk salah satu tempat wisata religi di Semarang. Pagoda Avalokitesvara terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pagoda Avalokitesvara yang merupakan tempat ibadah tertinggi di Kota Semarang ini adalah salah satu landmark spiritual yang menakjubkan dan penting di Kota Semarang terutama bagi penganut Buddha. Pagoda ini mengundang pengunjung dari berbagai latar belakang untuk merasakan kedamaian dan keindahan arsitektur Buddha yang megah. Menginjakkan kaki di bagian pelataran akan membuat anda melihat patung Sidharta Gautama dengan pose duduk di bawah pohon bernama Bodhi. Jika berjalan ke area belakang, anda akan bertemu dengan patung Budha sedang tidur yang memakai baju warna emas. Panjang patung ini adalah 16 meter. Sedangkan di bagian dalam, ada patung Bodhisattva Avalokitesvara berukuran raksasa yang area depannya kerap menjadi lokasi ritual Tjiam Shi untuk mengetahui nasib manusia. Selain itu, masih ada sekitar 30 patung pemujaan lain yang tersebar di beberapa area. Disana juga terdapat Watugong yaitu batu alam asli yang bentuknya mirip gong, yang diletakkan di gerbang depan Vihara Buddhagaya dan diberi pembatas di sekelilingi. Selain nama batu kuno, Watugong juga menjadi salah satu nama kawasan di sekitar vihara ini. Daya tarik utama dari pagoda ini sendiri terletak pada struktur tinggi dan elegannya, total ada 7 tingkat pagoda dengan tinggi mencapai 45 meter. Pagoda Avalokitesvara masuk dalam rekor MURI tahun 2006 sebagai yang tertinggi di negeri ini. Uniknya lagi, bagian dalam pagoda ada patung Dewi Kwan Im setinggi 5 meter. Di dalamnya, anda juga akan menemukan berbagai patung Buddha, seni ukir yang elok, dan juga altar untuk bermeditasi serta berdoa. Selain itu, pagoda ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti toko suvenir yang lengkap dengan menawarkan barang-barang religius dan buku-buku spiritual. Untuk rekomendasi waktu terbaik untuk berkunjung ke Pagoda Avalokitesvara sendiri adalah sepanjang waktu terutama di pagi atau sore hari ketika memang cuaca di kawasan pagoda ini berada sedang sejuk disertai lingkungan yang lebih tenang. 





 

Klenteng Sam Poo Kong




Klenteng Sam Poo Kong, yang juga dikenal sebagai Klenteng Gedung Batu, merupakan klenteng Cina tertua yang terletak di Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah. Klenteng Sam Poo Kong, atau Kelenteng Gedung Batu, berada di Jalan Simongan No. 129, Bongsari, Semarang Barat, Jawa Tengah. Tempat ini adalah petilasan dari Laksamana Tiongkok, Zheng He, seorang Tiongkok muslim yang mendarat dan singgah di Semarang pada masa lalu. Dikenal sebagai klenteng Tionghoa tertua di Semarang, Kelenteng Gedung Batu memiliki bangunan seluas 1.020 meter persegi yang mencerminkan pengaruh arsitektur Cina dan Jawa pada abad ke-14. Disana terdapat Goa Batu yang merupakan bangunan inti dari klenteng ini. Dipercaya sebagai lokasi pertama kali Cheng Ho beserta anak buahnya mendarat ketika mengunjungi Pulau Jawa di tahun 1400-an. Di goa itu, ada Patung Cheng Ho berlapis emas. Ruangan itu dipakai sebagai ruang sembahyang untuk memohon doa restu kesehatan, keselamatan, dan rejeki. Dinding goa batu ini, dihiasi relief berseni tinggi tentang perjalanan Cheng Ho ke Jawa. Satu satu dari empat klenteng di Sam Poo Kong ini adalah klenteng Dewa Bumi. Klenteng ini biasanya digunakan untuk berdoa kepada Tian (Tuhan/langit) selain itu kepada Tei yang berarti dewa bumi. Hok Tek Ceng Sin dipecaya sebagai dewa rezeki dan berkah. Setiap tanggal 15 bulan 8 kalendar Tionghoa diadakan perayaan sebagai hari ucapan terima kasih untuk Hok Tek Ceng Sin. Umat akan memberikan kue rembulan sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil panen yang berlimpah serta rezeki sepanjang tahun kemarin. Disana juga terdapat tempat pemujaan Kyai Juru Mudi berupa makam juru mudi kapal yang ditumpangi Laksamana Cheng Ho, dia diabadikan sebab sangat berjasa atas perjalanan Laksamana Cheng Ho dan pembangunan klenteng ini. Klenteng ini adalah satu-satunya tempat di Klenteng Sam Poo Kong yang terdapat makam dan kalian bisa berdoa di luar ataupun di ruang dekat makam tersebut. Lokasi klenteng ini berada di sebelah klenteng Tho Te Kong. Jika kalian hendak berdoa di dekat makam, dengan cara Islam dan didampingi Rohmad. Karena makam ini adalah makan seorang muslim, orang-orang tak jarang melakukan ritual nyekar di makam ini. Selain itu ada tempat pemujaan lainnya, dinamai dengan kyai Jangkar. Kyai Jangkar ini bukanlah nama orang, akan tetapi sebuah jangkar. Karena di tempat inilah tersimpan jangkar asli kapal Cheng Ho yang dihias dengan kain warna merah pula. Di tempat ini pula digunakan untuk sembahyang arwah Ho Ping, yaitu dengan mendoakan arwah yang dipercayai tidak bersanak keluarga yang mungkin belum mendapat tempat di alam baka. Setelah itu ada tempat yang bernama pemujaan Kyai Cundrik Bumi. Konon, dulunya tempat ini adalah lokasi penyimpanan senjata. Senjata ini adalah segala jenis senajata yang digunakan awak kapal Laksamana Cheng Ho. Selanjutnya adalah tempat pemujaan Kyai dan Nyai Tumpeng. Tempat ini dulunya adalah tempat penyimpanan bahan makanan ketika Cheng Ho singgah di tempat ini. Saat kalian berencana berkunjung ke klenteng ini, sebaiknya kalian usahakan bertepatan dengan hari besar agama Budha, Kong Hu Cu, maupun Taoisme, seperti Tahun Baru Imlek. Sebab pada saat-saat itu, sering kali di klenteng ini ada parade kebudayaan berupa pertunjukan kesenian. Namun perlu diingat, Anda tetap harus melihat rambu-rambu tulisan dan aturan yang ada di klenteng ini. Sebab tujuan dari pembangunan klenteng ini adalah sebagai sarana beribadah oleh penganutnya.

Baca juga:Pagoda Avalokitesvara




 

Gunung Prau





Gunung Prau merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian 2.590 meter dari permukaan laut (mdpl).Gunung ini merupakan tapal batas empat kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Prau jadi salah satu gunung favorit pendakian karena keindahan alam yang tersaji di sana. Selain itu, jalur pendakian yang relatif mudah dan singkat, membuat gunung ini juga pas didaki mereka yang masih pemula dalam hal pendakian gunung. Ada beberapa jalur pendakian untuk mencapai puncak gunung ini. Selain Patak Banteng yang jadi paling favorit, jalur yang tidak kalah favorit, yakni via Dieng. Pendakian Gunung Prau juga memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal. Anda dapat belajar tentang budaya dan kehidupan sehari-hari penduduk desa sekitar gunung. Pendakian Gunung Prau juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan alam yang hijau dan segar.  Salah satu daya tarik utama Gunung Prau adalah savananya yang luas. Selama pendakian, Anda akan melintasi padang rumput yang indah yang memberikan perasaan seperti berada di dataran tinggi Eropa. Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan yang luar biasa. Dari sini, Anda dapat melihat panorama yang spektakuler termasuk Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Merapi. Saat matahari terbit atau terbenam, pemandangan ini menjadi sangat indah. Disana juga banyak spot camping yang tersedia di sekitar puncak Gunung Prau. Ini memungkinkan para pendaki untuk bermalam dan menikmati keindahan alam yang spektakuler di sekitarnya. Pada malam hari, suhu dapat turun hingga mendekati titik beku, sehingga memberikan pengalaman yang unik bagi para pendaki.

Umbul Sidomukti





Kawasan Wisata Umbul Sidomukti merupakan sebuah objek wisata alam pegunungan yang terletak di Desa Sidomukti Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Umbul Sidomukti terletak di lereng Gunung Ungaran pada ketinggian 1200 meter, dimana udaranya sejuk dan  sangat menyegarkan. Ikon wisata ini terletak pada kolam renang yang menghadap langsung ke pemandangan yang menakjubkan. Airnya juga bersumber dari mata air alami pegunungan, jadi sudah bisa dipastikan dingin dan segar. Terdapat juga kolam untuk dewasa dengan kedalaman 1,3m hingga 1,6m. Di sisi lain juga terdapat kolam anak dengan kedalaman 30 cm. Hal menyenangkan lainnya yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah mengunjungi Little Ranch. Di kawasan Little Ranch ini, wisatawan bisa menunggangi kuda sambil menyaksikan para petani berkebun yang sedang bekerja. Selain itu, wisatawan dapat mengunjungi Gua Tirta, sebuah gua buatan dengan panjang 135 meter. Bagi para orang tua, tempat ini dapat dijadikan sebagai ruang kelas alam bagi anak-anak, dimana mereka dapat bertemu dengan kelinci, rusa, kambing merino bahkan kambing etawah. Disana juga terdapat berbagai wahana yang memacu adrenalin. Di antaranya rolling bike, magic box, badui bridge, stick bridge, marine bridge, flying fox dan masih banyak lagi. Kawasan Wisata Umbul Sidomukti juga dilengkapi dengan kedai kopi yang populer, yakni Pondok Kopi. Kedai kopi ini menawarkan sensasi bersantap dengan pemandangan di sekitarnya yang memanjakan mata. Sesuai namanya, kopi menjadi menu andalan di Pondok Kopi. Namun selain kopi, terdapat pula aneka minuman, makanan dan snack dengan harga yang terjangkau. Tiket masuk objek wisata ini hanya Rp 5.000 saja. Jika ingin berenang, belilah tiket masuk kolam renang seharga Rp 20.000.

Baca juga:Gunung Prau

Ketep Pass




Ketep Pass adalah nama sebuah objek wisata di Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Ketep Pass terletak di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut dan meliputi area seluas 8000 meter persegi. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan pegunungan tinggi yang mengelilingi Magelang, antara lain: Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dll. Disana terdapat Ketep Volcano Center yang merupakan rumah bagi Museum Gunung Api yang menyediakan informasi tentang Gunung Merapi dan koleksi museum termasuk miniatur Gunung Merapi, bebatuan hasil letusan gunung berapi, dan foto-foto evolusi gunung tersebut selama bertahun-tahun. Terdapat juga dua buah teropong yang bisa digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan lebih dekat. Teropong tersebut berada di puncak Panca Arga serta Gardu Pandang. Dengan teropong, pengunjung wisata Magelang ini bisa menikmati pemandangan Gunung Merapi, Gunung Andong, dan Gunung Merbabu. Pelataran Panca Arga sendiri merupakan destinasi wisata tertinggi di Ketep Pass. Dari Pelataran Panca Arga, anda bisa melihat pemandangan lima gunung sekaligus, yakni Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Slamet, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Selain lima gunung tersebut, pengunjung juga bisa melihat dan menikmati gunung-gunung kecil dan bukit indah lainnya, seperti Gunung Tidar, Gunung Andong, Bukit Telomoyo, dan Bukit Menoreh. Disana juga terdapat bioskop mini yang memiliki kapasitas tempat duduk yang cukup banyak, yaitu 78 kursi. Bioskop ini menyajikan film sejarah Gunung Merapi, yang meliputi peristiwa terbentuknya Gunung Merapi, jalur-jalur pendakian, penelitian di Puncak Garuda, serta letusan dahsyat di Gunung Merapi. Durasi filmnya pun tidak lama, hanya sekitar 25 menit. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan alam sekitar dari Gardu Pandang. Di sini terdapat 2 buah gazebo, masing-masing dengan ukuran 4 m2 dan bangunan segi 8 dengan panjang sisi 5 m. Dari Gardu Pandang ini pengunjung dapat melihat keindahan alam seperti hamparan tanah pertanian, Merapi, dan Merbabu dari gazebo. Harga tiket masuk yang dikenakan ke pengunjung adalah Rp 10.500 untuk hari Senin-Sabtu dan Rp 12.500 untuk hari Minggu.

Baca juga:Umbul Sidomukti

 

Curug Lawe Benowo




Curug Lawe Benowo terletak di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Disana terdapat dua mata air terjun dalam satu tempat yang bersebelahan, dikenal juga dengan nama curug Lawe Benowo atau curug Lawe Benowo Kalisidi. Curug Lawe sendiri tingginya sekitar 30 meter dan curug Benowo tingginya sekitar 40 meter. Kawasan sekitar air terjun masih terbilang asri karena berada di bawah kendali Perhutani. Hutan di kawasan ini masih dilindungi dan pengunjung dilarang memetik tanaman yang terdapat disana atau merusak pohon. Trek yang harus ditempuh menuju curug cukup menantang, namun tak terlalu ekstrem. Tersedia jalan setapak berupa pinggiran parit, yang bersisian dengan jurang. Lebarnya hanya sekitar 40 cm, sehingga hanya bisa dilalui satu orang saja. Selama menyusuri jalur trekking, Anda akan terhibur oleh pemandangan hutan yang hijau, dan suara dedaunan yang saling bergesekan. Keistimewaan lainnya adalah pengunjung dapat melihat lutung yang muncul setiap pagi sekitar pukul  6 pagi, dan hewan ini akan muncul kembali sekitar pukul 16.30 WIB hingga menjelang matahari terbenam. Pengunjung dapat melihat lutung melintasi Jembatan Romantis, sebuah jembatan yang dibangun khusus di atas jalur air sepanjang 20 hingga 30 meter. Di tempat lain, pengunjung dapat menjumpai berbagai satwa yang sesekali muncul, antara lain rusa, ular, dan kupu-kupu. Di sepanjang jalan menuju air terjun, pengunjung akan disambut dengan perkebunan cengkeh yang luas. Pengunjung juga bisa berhenti sejenak dan mengambil foto selfie. Ada juga  beberapa spot foto di kawasan ini, seperti jembatan romantis, akar 0, dan akar cincin. Curug ini memiliki debit air yang tinggi, oleh karena itu, pengunjung dilarang berenang di curug. Namun, pengunjung masih bisa bermain air maupun mencari batu-batuan di tepi curug. Ketika pengunjung sudah lelah bermain air, disana juga sudah disediakan warung yang menyediakan makanan dan minuman. Pengunjung yang ingin menikmati kawasan curug perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 8.000 per orang.

Baca juga:Ketep Pass








 

Museum Purbakala Sangiran




Museum Purbakala Sangiran adalah sebuah museum arkeologi yang terletak di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didirikan untuk menggambarkan pentingnya situs Sangiran sebagai salah satu situs purbakala yang sangat kaya peninggalan fosil manusia purba. Sangiran merupakan situs terpenting untuk perkembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan terutama untuk penelitian di bidang antropologi, arkeologi, biologi, paleoantropologi, geologi, dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Saking lengkapnya koleksi di museum ini dinobatkan sebagai museum terlengkap se-Asia untuk penemuan Situs Arkeologi. Terdapat sekitar 13000 lebih fosil yang tersimpan rapih di Museum Sangiran ini, dan lebih dari 50 % nya jumlah dari fosil manusia purba dari temuan fosil Homo erectus di dunia dan 60% ditemukan di Indonesia. Beberapa penemuan terkenal di Sangiran antara lain Pithecanthropus erectus atau yang lebih dikenal dengan sebutan Manusia Jawa, yang merupakan nenek moyang manusia modern. Fosil-fosil tersebut membantu dalam pemahaman kita tentang evolusi manusia. Museum Sangiran yang terletak di kawasan Situs Sangiran terbagi menjadi 5 Klaster, yaitu Klaster Krikilan, Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Klaster Manyarejo. Klaster Krikilan merupakan visitor center yang memberikan informasi umum tentang Situs Sangiran. Klaster Dayu ini dikenal sebagai situs yang penting karena terdapat banyak jejak kehidupan masa lampau seperti fosil fauna, manusia beserta budayanya, serta rekaman perubahan lingkungan Situs Sangiran. Klaster Bukuran ini memamerkan diorama rekonstruksi tiga tipe Homo Erectus yang pernah hidup di Jawa. Klaster Ngebung memiliki nilai historis yang tinggi karna di sanalah dilakukan penelitian secara sistematis untuk pertama kalinya. Klaster Manyarejo ini didirikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan juga masyarakat Sangiran yang telah melakukan penelitian. Harga tiket masuk Museum Sangiran untuk wisatawan domestik hanyalah Rp 8.000 per orang.  Harga tiket masuk Museum Sangiran untuk turis asing adalah Rp 15.000 per orang.


 

Goa Jatijajar




Goa ini terletak di kawasan pegunungan kapur yang membentang di sisi selatan Kecamatan Gombong, Kebumen. Goa Jatijajar tepatnya berada di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Lokasi goa ini berada pada ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut dengan kondisi alam yang masih asri dan sejuk. Anda tentunya akan menemukan stalagmit dan stalagtit yang berwarna cokelat keemasan dengan bentuk runcing yang eksotis. Jalur untuk menyusuri Goa Jatijajar Kebumen berupa beton sehingga wisatawan bisa dengan mudah menyusuri goa ini hingga ke ujungnya. Sebelum memasuki goa, Anda akan menemukan patung kepala dinosaurus berukuran besar dan dari mulutnya keluar air yang deras. Keberadaan patung tersebuut sebagai simbol bahwa goa ini telah berusia tua layaknya dinosaurus. Masuk ke dalam goanya, Anda akan menemukan sebuah diorama dengan patung sebanyak 32 buah dan tersebar hingga ujung goa. Cahaya-cahaya berwarna-warni dari lampu pun menyoroti tiap patung, membuatnya lebih terlihat aesthetic. Diorama tersebut mengisahkan tentang legenda Lutung Kasarung atau Raden Kamandaka. Ornamen-ornamen lain pun bisa Anda nikmati dalam goa ini yang tertata dengan rapi. Anda juga dapat merasakan adanya keberadaan sungai dalam goa atau istilahnya adalah sendang. Terdapat 7 sendang dalam goa ini, tetapi hanya 4 yang bisa Anda jangkau, yakni Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kanthil. Sendang Mawar dan Sendang Kanthil akan bertemu dan pertemuannya akan keluar melalui mulut patung dinosaurus tadi. oa Jatijajar Kebumen memiliki beberapa fasilitas, seperti area parkir kendaraan, toilet, masjid, warung wisata, spot foto, dan lainnya. Tersedia juga fasilitas pusat informasi, pusat souvenir, penyewaan senter dan helm wisata, dan rumah makan. Harga tiket masuk objek wisata ini murah meriah, hanya Rp5.500 untuk setiap anak-anak dan Rp12.500 per orang dewasa. 


 

Pantai Kartini





Pantai Kartini adalah objek wisata pantai di Desa Bulu, Jepara, Jawa Tengah. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari pendopo Kantor Bupati Jepara. Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis karena sebagai jalur transportasi laut menuju objek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Pantai Kartini juga menghadirkan obyek wisata lain serta wahana edukasi yang makin memikat hati wisatawan. Di bagian barat pantai ini, terdapat sebuah kolam pemandian. Masyarakat sekitar percaya bahwa pemandian tersebut dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang diderita oleh orang yang mandi di sana. Penyakit yang dimaksud seperti paru-paru, eksim, rematik, panu, dan segala jenis penyakit kulit lainnya. Pantai ini memiliki berbagai macam wahana bermain anak, misalnya catur raksasa, spoor mini, rumah kecek, pesawat terbang TNI AU, dan masih banyak lainnya. Wahana tersebut tidak hanya menghibur tetapi juga dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi putra-putri Anda. Gedung dengan bentuk kura-kura raksasa ini menjadi ikon dari wisata pantai ini. Gedung ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama menyuguhkan aquarium raksasa, kolam sentuh kura-kura dan fish spa. Spot ini sangat cocok bagi Anda yang butuh berelaksasi. Di sini tersedia papan informasi touch screen sebagai sarana belajar dan toko souvenir yang disediakan pengelola. Di lantai dua, terdapat wahana edukasi anak. Banyak hal menarik yang dipertunjukkan, seperti kipas angin tanpa baling-baling, peraga sensor manusia, simulator pesawat terbang dan yang terpopuler serta menjadi favorit pengunjung adalah IMAX Deep Sea 3D. Untuk memasuki Kura-kura Ocean ini, pengunjung diharuskan membayar sebesar Rp 12.500,00 – Rp 17.500,00. Pantai ini menyediakan banyak gazebo untuk para wisatawan bersantai bersama sambil menikmati pemandangan. Untuk dapat berkunjung ke pantai ini, Anda hanya dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,00/orang saat weekday dan Rp 7.500/orang saat weekend. Untuk tarif parkir yakni Rp 2.000,00/ motor, Rp 5.000,00/mobil dan RP 10ribu/bus.

 

Pantai Pecaron




Pantai Pecaron terletak di Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai Pecaron merupakan pantai yang masih alami yang berada di sebelah timur Pantai Menganti dan Karangbata. Obyek wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kebumen yang mendapat julukan "The Hidden Paradise" atau surga tersembunyi. Berbeda dengan pantai lain yang ada di Kebumen, Pantai pecaron memiliki ciri khas tersendiri yaitu memiliki bentuk batu karang yang indah. Batu karang yang ada di Pantai Pecaron ini berguna untuk melindungi garis pantai dari ombak besar. Biasanya para wisatawan menggunakannya sebagai tempat bersantai dan menjadi spot favorit berfoto. Pasir Pantai Pecaron ini berwarna hitam keabu-abuan dan berbatu, namun banyak juga pengunjung menikmati bermain pasir di pantai ini. Bukan hanya bermain pasir, para wisata juga bisa menikmati bermain ombak di pantai yang landai ini. Keindahan lain dari Pantai Pecaron terletak pada tebing-tebing tinggi yang menjulang dan dihiasi dengan deretan pohon kelapa yang sangat indah. Tentu akan menjadi spot foto yang keren saat Anda menikmati keindahan di Pantai Pecaron, terlebih angin pantai yang sepoi-sepoi membuat nyiur kelapa menjadi melambai-lambai dan membuat Anda menjadi lebih santai sambil menunggu matahari terbenam. Selain bermain pasir dan ombak, ada beberapa kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan di Pantai Pecaron ini, seperti berkemah, menikmati kulineran khas warga, memancing, bahkan menelusuri Pantai Pecaron sampai ke ujung timur yang terbelah dengan tebing vertikal besar. Untuk menikmati Pantai Pecaron, wisatawan akan dikenai harga tiket sebesar Rp 10.000 per orang.

Baca juga:Pantai Kartini

 

Mata Air Cokro




Obyek Wisata Mata Air Cokro ini terletak di Area Sawah, Cokro, Kec. Tulung, Kabupaten Klaten. memiliki luas ± 15.000 m2. Mata air ini  sebelumnya lebih dikenal dengan nama Umbul Ingas. Diberi nama demikian karena mata air ini berada diantara pohon ingas yang berukuran besar. Pohon ini pula yang memberikan kesan rindang dan memberikan hawa sejuk pada lokasi tersebut. Saat berenang di sini, Anda akan merasakan sensasi yang berbeda. Suasana berenang di tempat yang menenangkan, teduh, dan pepohonan hijau yang menambah kesan natural yang sempurna. Selain itu, pengunjung juga dapat mengambil foto di dalam air menggunakan kamera khusus. Di tempat wisata umbul ini juga terdapat sebuah waterboom. Meski hanya berupa kolam renang, waterboom ini juga memiliki beberapa wahana air untuk anak-anak dan dewasa. Selain itu, ada juga sebuah air mancur unik yang terletak di sebuah wahana berbentuk jamur. Kolam renang di waterboom ini berisi air alami yang berasal langsung dari sumber mata air, jadi bebas dari kaporit. Air pada kolam air ini begitu jernih sehingga banyak pengunjung yang tertarik untuk menyelam ke dalamnya. Kondisi air yang jernih membuat para penyelam dapat melihat seisi kolam. Selain menyelam, ada juga kegiatan river tubing seperti yang terdapat di Goa Pindul. River tubing ini tentu sangat seru karena Anda dapat berjelajah menyusuri arus kolam alami ini. Anda tak perlu cemas soal keamanan karena Anda dan peserta lainnya akan mendapat bantuan dari seorang pemandu. Untuk pengunjung yang tidak ingin berenang, pihak pengelola telah menyiapkan beberapa gazebo di sekitar kolam. Anda dan pengunjung lainnya bisa memanfaatkannya sebagai spot untuk istirahat atau santap hidangan yang telah Anda pesan dari warung makan.

Baca juga:Pantai Pecaron



 

Telaga Warna




Telaga Warna adalah salah satu objek wisata yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Telaga Warna ini berada di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, berbeda dengan komplek Candi Arjuna yang berada di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara. Namun demikian, jarak antara dua daya tarik wisata ini tidak terlalu jauh. Dataran Tinggi Dieng adalah dataran tinggi vulkanik yang berada pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, dan terkenal dengan iklim sejuk serta pemandangan alamnya yang unik. Telaga Warna terkenal dengan warna-warni indahnya yang berubah sepanjang hari. Warna-warna danau ini diyakini dipengaruhi oleh berbagai mineral yang terdapat di dalam air dan kondisi pencahayaan yang berbeda. Danau ini dapat menampilkan nuansa hijau, biru kehijauan, bahkan coklat. Perubahan warna, dikombinasikan dengan keindahan alam sekitarnya, menjadikannya destinasi yang sangat fotogenik. Salah satu spot favorit wisatawan untuk menikmati Telaga Warna ialah bukit ratapan Angin. Lokasinya terletak di belakang Dieng Plateau Theatre. Di sini, Anda dapat bergaya di atas batu besar berlatar telaga warna dan telaga pengilon. Spot foto di sini sangat instagramable. Para pengunjung tidak hanya menikmati telaga warna dari atas bukit ratapan, tak jauh dari gerbang utama Telaga Warna, terdapat Wana Wisata Petak 9. Bagi Anda yang menyukai hiking, Anda dapat memilih jalur ini. Sesampainya di puncak Bukit Sidengkeng, Anda dapat menyaksikan keindahan Telaga Warna dengan nuansa berbeda dari Bukit Ratapan Angin. Spot ini menjadi favorit para fotografer. Jika ingin berkunjung di Telaga Warna disarankan untuk memeriksa kondisi lokal dan aksesibilitas sebelum merencanakan kunjungan, karena cuaca dan aktivitas vulkanik dapat memengaruhi rencana perjalanan ke daerah tersebut.

Baca juga:Mata Air Cokro

 

Pantai Pasir Kencana





Pantai Pasir Kencana terletak di Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Pantai Pasir Kencana berbeda dari pantai pada umumnya yang identik dengan ombak dan pasir. Tempat wisata yang berada di kawasan pelabuhan pendaratan ikan ini memiliki taman wisata laut (TWL). Pantai ini memiliki tempat untuk pagelaran berbagai festival seni dan budaya seperti tradisi nyadran. Selain itu, juga digelar pementasan kesenian seperti karawitan, tari sintren, lomba memancing, orkes Melayu dan masih banyak lagi. Terkadang banyak acara musik dangdut dan pop yang diselenggarakan di pantai menawan ini. Pantai ini menyuguhkan panorama matahari terbit dan tenggelam yang memukau. Pemandangan indah ini dapat dilihat dari puncak Menara Pandang yang memiliki desain artistik. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai sejenak dari aktivitas sehari-hari yang melelahkan. Para pengunjung juga bisa menikmati wahana air yang sangat menarik di pantai ini. Tersedia becak air dan bungee jumping yang seru untuk menikmati pemandangan bahari secara keseluruhan. Jika ingin berenang, pengunjung bisa menggunakan fasilitas kolam renang yang sudah tersedia. Pantai Pasir Kencana Pekalongan ini juga memiliki ski walk yang bisa dimanfaatkan untuk lari pagi atau sore. Kegiatan ini akan memunculkan sensasi yang berbeda karena berada di ketinggian dengan hamparan pantai yang menawan. Selain itu, ski walk juga bisa menjadi spot foto atau sekadar menikmati sunset dan sunrise. Jika sudah lelah bermain dipantai, pengunjung tidak perlu takut kelaparan, karena Pantai Pasir Kencana sudah menyediakan berbagai wisata kuliner. Jadi, sudah tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan bekal dari rumah. Pantai indah ini sudah menyediakan berbagai warung makan, kafe hingga restoran dengan berbagai pilihan makanan.

Baca juga:Telaga Warna

Candi Arjuna




Candi Arjuna, juga dikenal sebagai Candi Semar, adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak di daerah Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Kabupaten Banjarnegara. Candi ini merupakan bagian dari kompleks Candi Dieng yang terdiri dari sejumlah candi Hindu tua. Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada abad ke-7 atau ke-8 Masehi. Candi Arjuna memiliki arsitektur khas candi Hindu. Struktur candi terdiri dari beberapa bangunan, termasuk candi utama yang dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan adegan-kejadian dari mitologi Hindu. Candi-candi di kompleks Dieng pada umumnya didedikasikan untuk dewa-dewi Hindu. Candi Arjuna diduga didedikasikan untuk Arjuna, salah satu tokoh pewayangan Mahabharata. Sebagian besar relief di Candi Arjuna menggambarkan kisah-kisah dari epik Mahabharata, yang merupakan salah satu naskah suci Hindu. Relief-relief tersebut memberikan gambaran tentang mitologi dan kehidupan pada masa itu. Selain nilai sejarah dan arsitekturalnya, lokasi Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng memberikan pemandangan alam yang indah. Dataran tinggi ini terkenal dengan lingkungannya yang sejuk dan keindahan alamnya. Masyarakat percaya bahwa di dalam Candi Arjuna terdapat adanya air suci di dalam sebuah yoni, tempat yang digunakan untuk melahirkan. Air itu dipercaya tidak akan pernah habis walaupun sedang musim kemarau serta dianggap sakral sampai saat ini. Daya tarik selanjutnya dari candi ini yang membuat banyak wisatawan kesana adalah karena adanya Tarian Rampak Yakso Pringgondani. Tarian Rampak Yakso Pringgondani merupakan tarian kebanggaan dari masyarakat Dieng dan tarian ini ditarikan saat menyambut panen raya. Daya tarik utama Candi Arjuna, selain bangunan candinya yang bersejarah ialah adanya beberapa ritual yang kerap kali diadakan di sana. Selain digunakan untuk memperingati Hari Raya Galungan, candi ini juga sering digunakan untuk ritual, salah satunya ritual Ruwatan Rambut Gimbal. Ritual Ruwatan Rambut Gimbal sendiri merupakan upacara pemotongan rambut anak-anak yang memiliki rambut gimbal. Ritual ini dilakukan oleh masyarakat sekitar daerah Dataran Tinggi Dieng, jawa Tengah. Ritual ini di lakukan pada satu suro menurut kalender Jawa. Ritual ini yang menjadi andalan dari atraksi wisata budaya yang dilaksanakan pada Dieng Cultural Festival.







 

Dusun Semilir



Dusun Semilir Semarang adalah sebuah destinasi leisure park yang menggabungkan wahana permainan, penginapan, spot foto Instagramable, wisata kuliner, hingga perbelanjaan dalam satu area wisata. Dusun Semilir sendiri hanya berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Semarang. Lokasi Dusun Semilir juga strategis lantaran terletak tak jauh dari tol Bawen atau tepatnya di Jalan Soekarno–Hatta No. 49, Kelurahan Bawen, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ketika berkunjung ke Dusun Semirir, Anda akan menemukan spot-spot foto unik dan instagramable. Alas Tirta mewakili konsep tempat alami dengan koleksi berbagai jenis tumbuhan tropis dan kumpulan fauna cantik seperti  koi, otter, dan burung. Alas Tirta juga dilengkapi dengan patung manusia setengah badan yang  cukup besar. Patung berukuran besar ini kerap menjadi spot foto populer bagi wisatawan karena bentuknya yang unik. Di sekeliling patung  terdapat  kolam ikan  yang dilengkapi berbagai tanaman hijau yang menyejukkan. Di sana, Anda juga disuguhkan wisata ala Eropa, baik dari segi arsitektur maupun bentuk pelayanan lainnya. Kunjungan ke wahana Alun Eropa akan memberikan Anda cita rasa suasana rekreasi di  berbagai kawasan  Eropa yang indah, seperti Maroko, Venesia, Mykonos, dan desa-desa Prancis. Selain itu anda juga bisa menikmati  wahana menarik lainnya seperti  perjalanan perahu menyusuri kanal, perjalanan santai dengan kereta  antik Eropa, atau bahkan naik trem. Saat berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Anda akan menemukan  spot foto menarik lainnya yaitu Jembatan Sengol. Jembatan Sengol merupakan sejenis jembatan penyeberangan yang membentang di  taman. Ada banyak spot foto bagus dan keren di dalam jembatan tersebut. Sembari menikmati suasana pedesaan yang asri, Anda juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang tersedia. Ada juga perosotan warna-warni meski tampak cheerful dan colorful, ternyata wahana perosotan warna warni jadi salah satu ajang adu adrenalin yang cukup menantang dengan ketinggian 30 meter. Salah satu hal menarik yang dihadirkan dari perosotan warna warni adalah Anda dapat melihat pemandangan alam mempesona dari ketinggian hulu perosotan. Dusun Semiril Semarang juga memiliki objek wisata khusus  bernama Banyuu Biru. Kawasan Banyu Biru merupakan kawasan zona ekslusif bertema  danau bohemian, lengkap dengan  spot foto menarik, bantalan taman, air mancur, dan tenda gazebo. Anda juga bisa menikmati  naik perahu mengelilingi danau, menikmati pemandangan  indah dan merasakan semilir angin. 

Baca juga:Candi Arjuna


 

Bukit Tangkeban





Bukit Tangkeban terletak di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bukit Tangkeban dapat menjadi pilihan destinasi wisata untuk dikunjungi pada akhir pekan dan menjadi tempat staycation. Kawasan wisata Bukit Tangkeban tidak hanya menawarkan keindahan alam. Kawasan bukit Tangkeban ini juga memiliki taman bermain anak,  tempat aktivitas outdoor, kafe, dan banyak sekali spot foto Instagramable khususnya bagi anak muda. Spot foto terpopuler instagramable yang paling disukai adalah "Taman Langit". Taman Langit sendiri adalah  taman yang penuh dengan dekorasi kreatif. Taman ini merupakan area selfie yang  paling banyak dikunjungi. Seperti namanya,  ini adalah taman indah yang terletak di  dataran tinggi. Disini terdapat beragam bunga-bunga indah dan beragam dekorasi unik berpadu di sini. Pengunjung juga dapat menyewa kostum untuk pemotretan. Kostum untuk pengambilan gambar meliputi kostum  tradisional Jepang dan Korea. Ada juga Jembatan langit di area taman langit yang ramai dikunjungi wisatawan. Jembatan Langit sebenarnya merupakan sebuah dek dengan lantai kaca yang memungkinkan pengunjung menguji nyali dengan melihat keindahan area di bawahnya. Berada di ketinggian 1.250 mdpl dan memiliki lahan yang luas ini juga menyediakan taman bermain bertema outdoor dengan beragam aktivitas rekreasi  seperti berkemah, persewaan ATV, dan ngopi di ARCafe dan seterusnya.

Baca juga:Dusun Semilir

Puri Maerokoco




Puri Maerokoco adalah kompleks wisata budaya yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama "Maerokoco" berasal dari kata Jawa yang berarti "melambai" atau "bergoyang," dan kompleks ini memiliki sejumlah paviliun yang mencerminkan arsitektur tradisional Jawa. Puri Maerokoco dibangun dengan konsep menghadirkan miniatur rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia. Kompleks ini mencakup paviliun-paviliun yang mewakili arsitektur tradisional dari berbagai etnis dan suku di Indonesia. Setiap paviliun di Puri Maerokoco mewakili rumah adat atau bangunan tradisional dari suku atau daerah tertentu. Pengunjung dapat menemukan paviliun-paviliun yang mencerminkan kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke. Kompleks ini juga menyajikan galeri seni dan kerajinan yang memperkenalkan hasil karya seniman lokal. Pengunjung dapat menikmati pameran seni dan kerajinan tangan yang mencerminkan keindahan budaya Indonesia. Puri Maerokoco didesain dengan taman dan area hijau yang indah. Pengunjung dapat berjalan-jalan santai sambil menikmati suasana taman yang tenang. Di kompleks ini, terdapat sentra kuliner yang menawarkan berbagai hidangan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi beragam masakan khas Indonesia. Puri Maerokoco juga memiliki area bermain anak-anak, sehingga cocok sebagai destinasi wisata keluarga. Kadang-kadang, Puri Maerokoco menyelenggarakan pertunjukan seni tradisional, seperti tari-tarian dan musik tradisional. Ini menambah daya tarik budaya bagi para pengunjung. 

Baca juga:Bukit Tangkeban


 

Keraton Kasunanan Surakarta




Keraton Kasunanan Surakarta, juga dikenal sebagai Keraton Surakarta atau Keraton Solo, adalah sebuah istana kerajaan yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Keraton Kasunanan Surakarta didirikan pada tahun 1745 oleh Sunan Pakubuwono II, yang merupakan penguasa kesultanan Mataram yang berpusat di Solo. Keraton ini menjadi pusat pemerintahan Kesunanan Surakarta. Keraton Kasunanan Surakarta memiliki arsitektur tradisional Jawa yang khas. Bangunan-bangunan di dalam kompleks keraton ini mencerminkan seni dan kebudayaan Jawa, dengan ornamen-ornamen yang kaya akan makna simbolis. Kompleks Keraton Surakarta melibatkan berbagai taman, paviliun, dan bangunan-bangunan penting seperti Pagelaran, yang digunakan untuk pertunjukan seni tradisional; Pendopo Ageng, tempat upacara dan acara istana; dan Alun-Alun Lor, lapangan di depan keraton.Di dalam kompleks keraton, terdapat Museum Keraton Surakarta yang menyajikan berbagai koleksi seni dan budaya Jawa, termasuk pakaian kerajaan, perhiasan, senjata tradisional, dan berbagai artefak sejarah. Keraton Kasunanan Surakarta memegang berbagai upacara dan tradisi yang berkaitan dengan budaya Jawa. Beberapa upacara tersebut terkait dengan penobatan Sultan, peringatan hari-hari besar Islam, dan perayaan tradisional Jawa. Pendopo Manguntur Tangkil adalah paviliun yang digunakan untuk berbagai kegiatan kesenian dan budaya, termasuk pementasan wayang kulit dan pertunjukan seni tradisional lainnya. Di dalam keraton, terdapat perpustakaan yang disebut Bibliotheca Witotoanum yang berisi koleksi naskah-naskah kuno dan dokumen bersejarah yang menjadi warisan kesultanan. Salah satu acara yang terkenal adalah Grebeg Sudiro, yang diadakan setiap tahunnya untuk memperingati hari lahir Sunan Pakubuwono II. Acara ini menampilkan berbagai tarian dan pertunjukan budaya. Bagi pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan kebudayaan Jawa, Keraton Kasunanan Surakarta menawarkan pengalaman yang memikat. Sebelum berkunjung, sebaiknya periksa jadwal operasional dan acara khusus yang mungkin berlangsung di keraton.

Baca juga:Keraton Kasunanan Surakarta

 

Kampung Batik Laweyan





Kampung Batik Laweyan adalah salah satu kampung yang terkenal dengan produksi batiknya di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Kampung Batik Laweyan memiliki sejarah panjang dalam industri batik di Solo. Pada masa lalu, kampung ini dikenal sebagai pusat produksi batik tradisional dan rumah bagi para perajin batik. Kampung Batik Laweyan adalah tempat di mana tradisi pembuatan batik dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Di sini, Anda dapat menyaksikan proses pembuatan batik secara tradisional dan memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap motif batik. Di sepanjang jalan-jalan kampung, Anda akan menemui berbagai rumah yang berfungsi sebagai rumah produksi batik. Beberapa di antaranya juga berfungsi sebagai tempat belajar dan museum batik yang membuka pintu bagi wisatawan untuk memahami lebih dalam tentang seni batik. Kampung Batik Laweyan memiliki galeri dan toko-toko batik di mana Anda dapat melihat dan membeli berbagai macam batik yang diproduksi secara lokal. Motif dan desain batik di sini sering kali mencerminkan kekayaan tradisional dan inovasi modern. Kadang-kadang, kampung ini menjadi tuan rumah berbagai festival dan acara budaya yang menonjolkan seni batik dan kekayaan budaya lokal. Acara semacam ini dapat menambah pengalaman wisata Anda. Beberapa tempat di kampung ini mungkin menawarkan kursus batik bagi mereka yang ingin belajar membuat batik secara langsung. Ini bisa menjadi pengalaman yang edukatif dan interaktif. Di sekitar Kampung Batik Laweyan, Anda juga dapat menemukan kafe dan restoran yang menawarkan suasana yang nyaman sambil menikmati kuliner lokal.

Umbul Ponggok




Umbul Ponggok adalah salah satu tempat wisata air di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Tempat ini terkenal karena memiliki sumber air panas yang berasal dari Gunung Sumbing, memberikan pengalaman berendam air hangat yang menyegarkan. Umbul Ponggok dikenal karena memiliki sumber air panas alami yang berasal dari pegunungan sekitar, khususnya Gunung Sumbing. Air panas ini diyakini memiliki khasiat menyehatkan dan menyegarkan. Di sekitar Umbul Ponggok, terdapat fasilitas pemandian berupa kolam renang dan kolam pemandian air panas. Pengunjung dapat menikmati suasana alam sambil berendam di air panas yang nyaman. Lokasi Umbul Ponggok dikelilingi oleh keindahan alam pegunungan. Pohon-pohon hijau dan udara segar membuat tempat ini menjadi pilihan yang baik untuk bersantai dan menikmati alam. Selain berendam, pengunjung juga dapat menikmati aktivitas wisata lain di sekitar Umbul Ponggok, seperti berjalan-jalan atau piknik. Lokasinya yang asri memberikan pengalaman liburan yang tenang. Di sekitar Umbul Ponggok, terdapat warung-warung dan penjual oleh-oleh yang menyediakan makanan lokal dan souvenir khas daerah. Kadang-kadang, Umbul Ponggok menjadi tempat diadakannya festival atau acara khusus tertentu, terutama yang berkaitan dengan budaya lokal atau kegiatan komunitas. 

Stasiun Kereta Api Ambarawa




Museum Kereta Api Ambarawa adalah museum yang terletak di Ambarawa, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didirikan pada tahun 1976 dan terletak di kompleks Stasiun Ambarawa, sebuah stasiun kereta api bersejarah yang dibangun pada era kolonial Belanda. Museum ini dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarang.Stasiun Ambarawa memiliki arsitektur khas kolonial Belanda. Bangunannya mencerminkan gaya arsitektur Eropa pada masa itu. Arsitektur yang indah dan bersejarah membuat stasiun ini menarik bagi para pengunjung yang tertarik dengan warisan budaya. Museum ini memiliki koleksi berbagai jenis kereta api, lokomotif, dan peralatan kereta api lainnya. Koleksi ini mencakup berbagai jenis lokomotif uap, lokomotif diesel, dan kereta penumpang serta kereta barang. Museum Kereta Api Ambarawa juga menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan, termasuk perjalanan kereta api wisata yang menggunakan lokomotif uap antik. Acara-acara ini memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, terutama bagi mereka yang tertarik dengan sejarah kereta api. Museum ini juga memiliki fungsi pendidikan dengan menyediakan informasi sejarah mengenai perkeretaapian di Indonesia. Sebagai tempat wisata, museum ini menarik wisatawan dari berbagai kalangan, termasuk penggemar kereta api, pelajar, dan wisatawan lokal. Stasiun ini juga sering menjadi tuan rumah acara-acara khusus, seperti perayaan hari jadi, pameran, atau festival yang menambah keseruan kunjungan. Jika Anda berencana untuk mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, pastikan untuk memeriksa jadwal operasional dan acara khusus yang mungkin diselenggarakan oleh museum. Ini dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi penggemar sejarah kereta api dan para wisatawan.

Baca juga:Umbul Ponggok


 

Pantai Bandengan




Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Diberi nama Bandengan karena banyak ikan bandeng di pantai ini. Bahkan pantai ini jadi tempat favorit wisata R.A kartini bersama bangsawan Belanda pada masa itu. Begitu memasuki kawasan wisata ini, Anda akan langsung disambut dengan pemandangan asri pepohonan yang menjulang tinggi di sekitar pantai, serta udara yang begitu menyejukkan. Pantai Bandengan merupakan pantai dengan pasir putih dan air  jernih,  cocok untuk berenang. Wisatawan yang berkunjung ke pantai ini kerap memanfaatkan kawasan pantai untuk berenang. Umumnya mereka adalah anak-anak, remaja dan wisatawan asing. Waktu terbaik untuk berenang adalah pada pagi  dan sore hari menjelang indahnya matahari terbenam. Pantai Bandengan di Jepara juga menjadi surganya para penyelam dan pecinta snorkeling. Jernihnya air laut menyuguhkan pemandangan keindahan bawah laut yang tak terlupakan. Disana juga menyediakan sewa peralatan snorkeling dan lihat kehidupan laut yang berwarna-warni, mulai dari ikan kecil yang berenang bebas hingga terumbu karang yang spektakuler. Jika  beruntung, Anda bahkan mungkin akan bertemu dengan penyu laut yang ramah. Tidak hanya berenang dan snorkeling, Pantai Bandengan Jepara menawarkan banyak aktivitas seru lainnya seperti Perahu Kano, Piknik Pantai dan Olahraga Pantai. Bila lelah bermain di pantai, jangan lupa untuk menjelajahi kuliner lezat kawasan tersebut. Pantai Bandengan di Jepara terkenal dengan masakan seafoodnya yang segar dan menggugah selera. Wisatawan juga dapat mencicipi hidangan khas seperti ikan bakar, cumi goreng tepung, dan kerang hijau yang lezat. Pastikan untuk mencoba sambal khas Jepara dengan pedasnya yang membuat ketagihan.


 

Telaga Sunyi




Telaga Sunyi terletak di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi Telaga Sunyi sesuai dengan namanya, wilayah ini tergolong sunyi sehingga dapat digunakan untuk menenangkan diri. Telaga Sunyi dikelilingi pepohonan rimbun, air  jernih, dan suara satwa liar. Sumber air danau ini berasal dari mata air di Gunung Slamet. Sebelum sampai di danau, pengunjung berjalan-jalan menyusuri pedesaan sambil mengagumi pemandangan alam. Air di danau ini sangat jernih sehingga Anda bisa melihat  dasarnya. Namun pengunjung tidak boleh terkecoh karena kedalaman danau mencapai 6 meter. Telaga Sunyi memiliki  air terjun kecil yang mengalir di tengah kolam yang populer di kalangan wisatawan. Ini adalah air terjun kecil yang hanya bisa dilihat saat musim hujan. Bagi wisatawan yang pandai berenang, telaga ini juga dijadikan sebagai spot selfie bawah air. Bahkan jika mereka yang tidak bisa berenang pun bisa bersantai di sekitar danau. Kawasan yang terletak di dalam hutan yang dipenuhi pohon damar dan pinus ini memiliki suasana yang sejuk dan tenang. Ada juga sebuah gua  di sisi kanan danau. Hampir seluruh lantai gua ditutupi bebatuan berlumut sehingga pengunjung yang ingin menjelajahi gua akan didampingi oleh pemandu profesional. Untuk masuk ke lokasi wisata setiap pengunjung hanya perlu membayar Rp. 10.000 per orang sedangkan untuk parkir kendaraan roda dua hanya Rp 2.000 saja. Destinasi ini buka dari jam 07.00 sampai jam 17.00 WIB. Harga tiket masuk yang murah dan pemandangan yang disajikan merupakan daya tarik bagi wisatawan untuk kembali datang untuk menikmati keindahannya.


 

Candi Gedong Songo





Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek candi  Hindu yang terletak di desa Candi, kecamatan Bandungan, provinsi Semarang. Nama Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa Gedong yang berarti bangunan dan Songo yang berarti sembilan. Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang juga tidak kalah mengagumkan. Namun demikian, jumlah candi ini kurang dari sembilan. Lokasi antar Candi cukup berjauhan, sehingga Anda yang ingin mengunjungi semua Candi harus memiliki stamina yang cukup kuat. Candi Gedong Songo terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut. Maka dari itu, suhu udara di sekitar candi cukup dingin. Di Candi Gedong Songo juga para pengunjung bisa melihat hutan pinus yang terawat baik dan mata air yang dipenuhi belerang. Selain itu, para pengunjung juga bisa melihat  kabut tipis membubung dari puncak gunung. Akibatnya, pengunjung kadang mengalami keterbatasan jarak pandang. Di Candi Gedong Songo, para pengunjung juga bisa menemukan sebuah pemandian air panas yang berada di antara Candi Gedong III dan Candi Gedong IV. Pemandian air panas ini diletakkan di sebuah kepundan gunung, dimana airnya memang benar benar alami dan airnya pun berasal dari gunung langsung. Air di pemandian ini asli belerang, jadi jangan heran kalau baunya cukup menyengat sehingga airnya pun juga sangat bermanfaat bagi kulit. 

Baca juga:Telaga Sunyi

 

Kota Lama Semarang





Kota Lama Semarang merupakan  kawasan peninggalan dengan bangunan-bangunan tua  bersejarah yang berasal dari Hindia Belanda  ratusan tahun lalu dan mendapat julukan sebagai Little Netherland. Pada masa itu, kawasan ini merupakan pusat pmerintahan. Arsitektur bangunannya bergaya Eropa, dengan pintu  dan jendela utama yang besar, elemen dekoratif, dan langit-langit yang tinggi. Beberapa tempat yang ramai dan menarik untuk dikunjungi adalah Gereja Blenduk, Taman Srigunting, Gedung Asuransi Jiwasraya, Gedung Bank Mandiri Mpu Tantular, Rumah Akar sebelah Gedung Jiwasraya, Gedung Oudetrap, Galeri Seni Semarang, Despiegel, Marva, dll. Kota Lama Semarang sendiri terletak di kawasan yang strategis. Hal ini tidak lepas dari nilai sejarah bagaimana kota ini pernah ditetapkan sebagai pusat komersial. Terletak di tepian Sungai Mberok,  kawasan ini sering dikunjungi para pedagang dari Tiongkok, Arab, dan Belanda pada saat itu. Kota Lama Semarang terletak di Jalan Lejeng Suprapto, Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bagi para pecinta fotografi, Kota Lama menawarkan banyak pemandangan menakjubkan yang layak diabadikan. Bangunan-bangunan bersejarah dengan gaya arsitektur klasik menjadi objek utama untuk menghasilkan foto-foto yang artistik dan memukau. Selain hunting foto, para pengunjung juga bisa sekalian tur sejarah. Mengingat setiap bangunan akan memiliki cerita sendiri yang menarik untuk diulik. Jika tidak ingin berjalan kaki, para pengunjung juga bisa menyewa sepeda  untuk berkeliling. Jika tertarik para pengunjung bisa langsung menuju pusat informasi wisata di gedung Popo dimana anda bisa menyewanya. Dengan cara ini, Anda bisa mengikuti rute yang ditentukan dan semakin meningkatkan keseruannya. Aktivitas seru yang sayang untuk dilewatkan di Kota Lama Semarang adalah mencari barang antik di Pasar Klitikan. Tentu  saja ini menyenangkan, apalagi bagi yang menyukai barang antik. selain itu, para pengunjung juga bisa menikmati beragam hidangan lezat dan enak. Misalnya, mencoba es  Bogado yang  legendaris di dekat Gereja Blenduk. Berwisata ke Kota Lama Semarang lebih dari sekedar mengunjungi bangunan-bangunan kuno. Tentunya masih banyak tempat yang  bisa Anda kunjungi yang akan membuat liburan Anda semakin seru. Menariknya, tiket masuk ke sini tidak dipungut biaya apa pun. Yang Anda butuhkan hanyalah tempat parkir  atau tiket ke museum.


 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review