Blogger templates

Lereng Kelir



 

Lereng Kelir ini berada di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Dari pusat Kota Semarang, tempat ini bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar dua jam. Sesampainya di lokasi parkir, pengunjung harus berjalan kaki dan mendaki selama 1,5 jam melalui Dusun Gertas. Jika sudah berada di puncak lereng, anda akan melihat keindahan alam yang terhampar di sana. Selain itu ada beberapa spot menarik yang memang di buat oleh pengelola. Salah satu spot yang cukup populer adalah menara pandang yang terbuat dari bambu. Sesuai dengan namanya, di menara tersebut nantinya anda bisa melihat keindahan alam dengan lebih puas. Gardu pandang Lereng Kelir dibangun di atas bukit di ketinggian 1300 Mdpl, maka tak heran ketika kita naik di gardu ini kita bisa melihat panorama danau Rawa Pening, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu dan kota-kota di sekitarnya seperti Ambarawa dan Salatiga. Tidak jauh dari lokasi gardu pandang terdapat camping area dengan luas sekitar 600 meter persegi. Tempat ini di tujukan bagi wisatawan atau pengunjung yang ingin camping atau sekedar ingin menikmati suasana malam hari di area puncak. Namun pengunjung di haruskan untuk membawa semua perbekalan masing-masing. Jika anda menginap dengan berkemah di Lereng Kelir. Pasalnya Sunrise saat pagi cukup membuat siapapun menjadi takjub. Terlebih lagi posisi sunrise berada di tengah wilayah pegunungan. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang berbondong-bondong untuk mengambil gambar keindahan sunrise terlebih saat cuaca sedang mendukung. Area swafoto atau selfie pun dibuat oleh para pemuda setempat agar pengunjung dapat mengabadikan kenangannya di tempat itu. Selain itu, adanya warung kopi yang didirikan oleh para pemuda Dusun Gertas, menjadikan pengunjung yang ingin menikmati kopi di atas bukit menjadi sensasi tersendiri. Namanya Hilside Caffe Lereng Kelir. Dusun Gertas juga terkenal dengan buah duriannya yang mepunyai cita rasa khas Durian Brongkol yang sudah terkenal akan kualitas buahnya. Desa wisata Gertas Lereng Kelir juga menawarkan paket wisata antara lain pengolahan kopi. Di tempat itu, pengunjung dikenalkan budidaya tanaman kopi mulai dari tanam, perawatan, sampai panen dan pengolahan menjadi bubuk kopi yang siap di sajikan. Para pengunjung juga dapat menikmati Kuliner khas lereng kelir, salah satunya sego rentung. Kuliner khas desa wisata Gertas Lereng Kelir ini berbahan utama jantung pisang dan daging. Olahan kuliner ini dinamakan sego rentung yang artinya nasi rendang jantung. Selain menu utama, makanan ringan lainnya yang juga khas dari desa wisata Gertas Lereng Kelir antara lain, Likak likuk. Makanan ini terbuat dari singkong yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi seperti donat dengan toping lelehan gula aren. Lalu, ada klepon talas, olahan kuliner berbahan utama umbi talas. Ada pula jenang kopi, wingko durian, peyek pete, peyek kelor, stik durian dan masih banyak lagi.

Baca juga:Pantai Maron

Pantai Maron


 


Tak jauh dari pusat Kota Semarang, ada satu pantai yang cukup ‘hidden gem’ karena masih jarang banyak orang ketahui. Namanya adalah Pantai Maron. Berjarak sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Semarang, Pantai Maron dapat ditempuh kurang dari 30 menit dari sekitar Simpang Lima. Pantai Maron berlokasi di Desa Tambakrejo, Tugurejo, Tugu, Kota Semarang. Pantai ini letaknya tidak jauh dari Pantai Tirang, hanya terpisahkan oleh muara Sungai Silandak. Namun, berbeda dengan Pantai Tirang, Pantai Maron layak masuk dalam kategori ‘hidden gem’  lantaran akses menuju pantai ini masih sangat terbatas. Untuk bisa sampai ke Pantai Maron, pengunjung dapat melintasi Jalan Jembawa Raya. Dari sana, akan ada plang yang mengarahkan ke Pantai Maron. Sebelum sampai ke lokasi wisata pantai, di perjalanan Anda akan diberikan pemandangan yang mengesankan. Sehingga Anda tidak hanya menikmati keindahan pantai saat tiba. Namun dalam perjalanan pergi dan pulang Anda akan menikmati pesona alam yang menakjubkan. Sepanjang jalan terdapat hamparan pepohonan hijau. Ada hamparan tambak yang luas dan menjadi pemandangan yang membuat daya tarik plus di wisata ini. Sejauh Anda memandang, akan terlihat aliran kali Banger yang menyejukkan mata. Lokasi pantai yang berada di kawasan utara membuat kawasan wisata Maron memiliki ombak yang bersahabat. Sehingga Anda bisa bebas bermain air sesuka hati tanpa khawatir ombak menyeret. Anda bisa berenang dan berendam di pinggir pantai. Suara nyanyian burung dan suasana pantai yang nyaman menjadi nilai plus destinasi ini, ditambah hembusan angin spoi-spoi yang pastinya jarang Anda temui di perkotaan. Selain pantai yang indah, keindahan sunsetnya juga menjadi nilai tambah untuk keindahan pantai ini yang tiada tanding di Semarang. Beberapa pengunjung yang berasal dari kota Semarang maupun luar kota selalu menunggu kedatangan sunset di pantai indah ini. Suasana sore saat sunset di Pantai Maron menjadi lebih syahdu dan romantis. Saat sunset dimanfaatkan untuk berfoto ria bersama teman-teman. Selain itu banyak orang-orang yang datang untuk berfoto prewedding di sini. Karenanya lokasi pantai menjadi sangat favorit bagi banyak wisatawan. Anda juga akan susah untuk kembali pulang dan meninggalkan pantai Maron ini. Anda hanya perlu untuk membayar Rp 5.000 saja untuk bisa masuk ke Wisata Pantai Maron di Semarang. Pembayaran parkir untuk kendaraan roda dua hanya Rp 2.000. Pembayaran parkir untuk roda empat dan sejenisnya Rp 5.000 saja.

Baca juga:Lereng Kelir


Masjid Agung Jawa Tengah





Masjid Agung Jawa Tengah (Masjid Agung Jawa Tengah) merupakan masjid terbesar di Jawa Tengah yang terletak di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari. Masjid ini dirancang dalam gaya arsitektur campuran Jawa, Islam dan Yunani. Bangunan utama masjid ini memiliki luas 7,669 meter persegi sehingga membuat kapasitas masjid ini mencapai 15.000 bagi jamaah. Di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah Semarang di pasang payung raksasa yang berjumlah 6 payung. Payung raksasa ini untuk menahan panas dan hujan, namun payung seperti di Masjid Nabawi Madinah ini juga memberikan arsitektur eksterior masjid semakin indah. Payung raksasa yang ada di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini masing-masing memiliki ketinggian 20 meter dan berdiameter 14 meter. Payung ini di fungsikan / di buka ketika sholat Jumat, sholat Idul Fitri, dan sholat Idul Adha dengan syarat pada saat pelaksanaan sholat kekuatan hembusan angin tidak lebih dari 200 knot. Jika hembusan angin lebih dari 200 knot, maka payung rawan sobek atau rusak. Keistimewaan Masjid Agung Jawa Tengah Semarang yang sangat populer adalah Menara Asma Al-Husna. Menara masjid dengan ketinggian 99 meter ini memang di bangun untuk obyek wisata dengan beberapa fungsi didalamnya. Sehingga setiap harinya menara 99 meter ini ramai dengan pengunjung untuk melihat isi dalam menara dan melihat pemandangan Kota Semarang dari atas menara Asma Al-Husna. 

Baca juga:Pantai Maron

Pagoda Avalokitesvara




Pagoda Avalokitesvara juga dikenal dengan nama Pagoda Kwan Im. Pasalnya, di dalam vihara ini terdapat patung Dewi Kwan Im dengan tinggi sekitar lima meter. Pagoda ini merupakan tempat sembahyang agama Buddha dan termasuk salah satu tempat wisata religi di Semarang. Pagoda Avalokitesvara terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pagoda Avalokitesvara yang merupakan tempat ibadah tertinggi di Kota Semarang ini adalah salah satu landmark spiritual yang menakjubkan dan penting di Kota Semarang terutama bagi penganut Buddha. Pagoda ini mengundang pengunjung dari berbagai latar belakang untuk merasakan kedamaian dan keindahan arsitektur Buddha yang megah. Menginjakkan kaki di bagian pelataran akan membuat anda melihat patung Sidharta Gautama dengan pose duduk di bawah pohon bernama Bodhi. Jika berjalan ke area belakang, anda akan bertemu dengan patung Budha sedang tidur yang memakai baju warna emas. Panjang patung ini adalah 16 meter. Sedangkan di bagian dalam, ada patung Bodhisattva Avalokitesvara berukuran raksasa yang area depannya kerap menjadi lokasi ritual Tjiam Shi untuk mengetahui nasib manusia. Selain itu, masih ada sekitar 30 patung pemujaan lain yang tersebar di beberapa area. Disana juga terdapat Watugong yaitu batu alam asli yang bentuknya mirip gong, yang diletakkan di gerbang depan Vihara Buddhagaya dan diberi pembatas di sekelilingi. Selain nama batu kuno, Watugong juga menjadi salah satu nama kawasan di sekitar vihara ini. Daya tarik utama dari pagoda ini sendiri terletak pada struktur tinggi dan elegannya, total ada 7 tingkat pagoda dengan tinggi mencapai 45 meter. Pagoda Avalokitesvara masuk dalam rekor MURI tahun 2006 sebagai yang tertinggi di negeri ini. Uniknya lagi, bagian dalam pagoda ada patung Dewi Kwan Im setinggi 5 meter. Di dalamnya, anda juga akan menemukan berbagai patung Buddha, seni ukir yang elok, dan juga altar untuk bermeditasi serta berdoa. Selain itu, pagoda ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti toko suvenir yang lengkap dengan menawarkan barang-barang religius dan buku-buku spiritual. Untuk rekomendasi waktu terbaik untuk berkunjung ke Pagoda Avalokitesvara sendiri adalah sepanjang waktu terutama di pagi atau sore hari ketika memang cuaca di kawasan pagoda ini berada sedang sejuk disertai lingkungan yang lebih tenang. 





 

Klenteng Sam Poo Kong




Klenteng Sam Poo Kong, yang juga dikenal sebagai Klenteng Gedung Batu, merupakan klenteng Cina tertua yang terletak di Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah. Klenteng Sam Poo Kong, atau Kelenteng Gedung Batu, berada di Jalan Simongan No. 129, Bongsari, Semarang Barat, Jawa Tengah. Tempat ini adalah petilasan dari Laksamana Tiongkok, Zheng He, seorang Tiongkok muslim yang mendarat dan singgah di Semarang pada masa lalu. Dikenal sebagai klenteng Tionghoa tertua di Semarang, Kelenteng Gedung Batu memiliki bangunan seluas 1.020 meter persegi yang mencerminkan pengaruh arsitektur Cina dan Jawa pada abad ke-14. Disana terdapat Goa Batu yang merupakan bangunan inti dari klenteng ini. Dipercaya sebagai lokasi pertama kali Cheng Ho beserta anak buahnya mendarat ketika mengunjungi Pulau Jawa di tahun 1400-an. Di goa itu, ada Patung Cheng Ho berlapis emas. Ruangan itu dipakai sebagai ruang sembahyang untuk memohon doa restu kesehatan, keselamatan, dan rejeki. Dinding goa batu ini, dihiasi relief berseni tinggi tentang perjalanan Cheng Ho ke Jawa. Satu satu dari empat klenteng di Sam Poo Kong ini adalah klenteng Dewa Bumi. Klenteng ini biasanya digunakan untuk berdoa kepada Tian (Tuhan/langit) selain itu kepada Tei yang berarti dewa bumi. Hok Tek Ceng Sin dipecaya sebagai dewa rezeki dan berkah. Setiap tanggal 15 bulan 8 kalendar Tionghoa diadakan perayaan sebagai hari ucapan terima kasih untuk Hok Tek Ceng Sin. Umat akan memberikan kue rembulan sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil panen yang berlimpah serta rezeki sepanjang tahun kemarin. Disana juga terdapat tempat pemujaan Kyai Juru Mudi berupa makam juru mudi kapal yang ditumpangi Laksamana Cheng Ho, dia diabadikan sebab sangat berjasa atas perjalanan Laksamana Cheng Ho dan pembangunan klenteng ini. Klenteng ini adalah satu-satunya tempat di Klenteng Sam Poo Kong yang terdapat makam dan kalian bisa berdoa di luar ataupun di ruang dekat makam tersebut. Lokasi klenteng ini berada di sebelah klenteng Tho Te Kong. Jika kalian hendak berdoa di dekat makam, dengan cara Islam dan didampingi Rohmad. Karena makam ini adalah makan seorang muslim, orang-orang tak jarang melakukan ritual nyekar di makam ini. Selain itu ada tempat pemujaan lainnya, dinamai dengan kyai Jangkar. Kyai Jangkar ini bukanlah nama orang, akan tetapi sebuah jangkar. Karena di tempat inilah tersimpan jangkar asli kapal Cheng Ho yang dihias dengan kain warna merah pula. Di tempat ini pula digunakan untuk sembahyang arwah Ho Ping, yaitu dengan mendoakan arwah yang dipercayai tidak bersanak keluarga yang mungkin belum mendapat tempat di alam baka. Setelah itu ada tempat yang bernama pemujaan Kyai Cundrik Bumi. Konon, dulunya tempat ini adalah lokasi penyimpanan senjata. Senjata ini adalah segala jenis senajata yang digunakan awak kapal Laksamana Cheng Ho. Selanjutnya adalah tempat pemujaan Kyai dan Nyai Tumpeng. Tempat ini dulunya adalah tempat penyimpanan bahan makanan ketika Cheng Ho singgah di tempat ini. Saat kalian berencana berkunjung ke klenteng ini, sebaiknya kalian usahakan bertepatan dengan hari besar agama Budha, Kong Hu Cu, maupun Taoisme, seperti Tahun Baru Imlek. Sebab pada saat-saat itu, sering kali di klenteng ini ada parade kebudayaan berupa pertunjukan kesenian. Namun perlu diingat, Anda tetap harus melihat rambu-rambu tulisan dan aturan yang ada di klenteng ini. Sebab tujuan dari pembangunan klenteng ini adalah sebagai sarana beribadah oleh penganutnya.

Baca juga:Pagoda Avalokitesvara




 

Gunung Prau





Gunung Prau merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian 2.590 meter dari permukaan laut (mdpl).Gunung ini merupakan tapal batas empat kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Gunung Prau jadi salah satu gunung favorit pendakian karena keindahan alam yang tersaji di sana. Selain itu, jalur pendakian yang relatif mudah dan singkat, membuat gunung ini juga pas didaki mereka yang masih pemula dalam hal pendakian gunung. Ada beberapa jalur pendakian untuk mencapai puncak gunung ini. Selain Patak Banteng yang jadi paling favorit, jalur yang tidak kalah favorit, yakni via Dieng. Pendakian Gunung Prau juga memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal. Anda dapat belajar tentang budaya dan kehidupan sehari-hari penduduk desa sekitar gunung. Pendakian Gunung Prau juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan alam yang hijau dan segar.  Salah satu daya tarik utama Gunung Prau adalah savananya yang luas. Selama pendakian, Anda akan melintasi padang rumput yang indah yang memberikan perasaan seperti berada di dataran tinggi Eropa. Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan yang luar biasa. Dari sini, Anda dapat melihat panorama yang spektakuler termasuk Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Merapi. Saat matahari terbit atau terbenam, pemandangan ini menjadi sangat indah. Disana juga banyak spot camping yang tersedia di sekitar puncak Gunung Prau. Ini memungkinkan para pendaki untuk bermalam dan menikmati keindahan alam yang spektakuler di sekitarnya. Pada malam hari, suhu dapat turun hingga mendekati titik beku, sehingga memberikan pengalaman yang unik bagi para pendaki.

Umbul Sidomukti





Kawasan Wisata Umbul Sidomukti merupakan sebuah objek wisata alam pegunungan yang terletak di Desa Sidomukti Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Umbul Sidomukti terletak di lereng Gunung Ungaran pada ketinggian 1200 meter, dimana udaranya sejuk dan  sangat menyegarkan. Ikon wisata ini terletak pada kolam renang yang menghadap langsung ke pemandangan yang menakjubkan. Airnya juga bersumber dari mata air alami pegunungan, jadi sudah bisa dipastikan dingin dan segar. Terdapat juga kolam untuk dewasa dengan kedalaman 1,3m hingga 1,6m. Di sisi lain juga terdapat kolam anak dengan kedalaman 30 cm. Hal menyenangkan lainnya yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah mengunjungi Little Ranch. Di kawasan Little Ranch ini, wisatawan bisa menunggangi kuda sambil menyaksikan para petani berkebun yang sedang bekerja. Selain itu, wisatawan dapat mengunjungi Gua Tirta, sebuah gua buatan dengan panjang 135 meter. Bagi para orang tua, tempat ini dapat dijadikan sebagai ruang kelas alam bagi anak-anak, dimana mereka dapat bertemu dengan kelinci, rusa, kambing merino bahkan kambing etawah. Disana juga terdapat berbagai wahana yang memacu adrenalin. Di antaranya rolling bike, magic box, badui bridge, stick bridge, marine bridge, flying fox dan masih banyak lagi. Kawasan Wisata Umbul Sidomukti juga dilengkapi dengan kedai kopi yang populer, yakni Pondok Kopi. Kedai kopi ini menawarkan sensasi bersantap dengan pemandangan di sekitarnya yang memanjakan mata. Sesuai namanya, kopi menjadi menu andalan di Pondok Kopi. Namun selain kopi, terdapat pula aneka minuman, makanan dan snack dengan harga yang terjangkau. Tiket masuk objek wisata ini hanya Rp 5.000 saja. Jika ingin berenang, belilah tiket masuk kolam renang seharga Rp 20.000.

Baca juga:Gunung Prau

Ketep Pass




Ketep Pass adalah nama sebuah objek wisata di Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Ketep Pass terletak di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut dan meliputi area seluas 8000 meter persegi. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan pegunungan tinggi yang mengelilingi Magelang, antara lain: Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dll. Disana terdapat Ketep Volcano Center yang merupakan rumah bagi Museum Gunung Api yang menyediakan informasi tentang Gunung Merapi dan koleksi museum termasuk miniatur Gunung Merapi, bebatuan hasil letusan gunung berapi, dan foto-foto evolusi gunung tersebut selama bertahun-tahun. Terdapat juga dua buah teropong yang bisa digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan lebih dekat. Teropong tersebut berada di puncak Panca Arga serta Gardu Pandang. Dengan teropong, pengunjung wisata Magelang ini bisa menikmati pemandangan Gunung Merapi, Gunung Andong, dan Gunung Merbabu. Pelataran Panca Arga sendiri merupakan destinasi wisata tertinggi di Ketep Pass. Dari Pelataran Panca Arga, anda bisa melihat pemandangan lima gunung sekaligus, yakni Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Slamet, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Selain lima gunung tersebut, pengunjung juga bisa melihat dan menikmati gunung-gunung kecil dan bukit indah lainnya, seperti Gunung Tidar, Gunung Andong, Bukit Telomoyo, dan Bukit Menoreh. Disana juga terdapat bioskop mini yang memiliki kapasitas tempat duduk yang cukup banyak, yaitu 78 kursi. Bioskop ini menyajikan film sejarah Gunung Merapi, yang meliputi peristiwa terbentuknya Gunung Merapi, jalur-jalur pendakian, penelitian di Puncak Garuda, serta letusan dahsyat di Gunung Merapi. Durasi filmnya pun tidak lama, hanya sekitar 25 menit. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan alam sekitar dari Gardu Pandang. Di sini terdapat 2 buah gazebo, masing-masing dengan ukuran 4 m2 dan bangunan segi 8 dengan panjang sisi 5 m. Dari Gardu Pandang ini pengunjung dapat melihat keindahan alam seperti hamparan tanah pertanian, Merapi, dan Merbabu dari gazebo. Harga tiket masuk yang dikenakan ke pengunjung adalah Rp 10.500 untuk hari Senin-Sabtu dan Rp 12.500 untuk hari Minggu.

Baca juga:Umbul Sidomukti

 

Curug Lawe Benowo




Curug Lawe Benowo terletak di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Disana terdapat dua mata air terjun dalam satu tempat yang bersebelahan, dikenal juga dengan nama curug Lawe Benowo atau curug Lawe Benowo Kalisidi. Curug Lawe sendiri tingginya sekitar 30 meter dan curug Benowo tingginya sekitar 40 meter. Kawasan sekitar air terjun masih terbilang asri karena berada di bawah kendali Perhutani. Hutan di kawasan ini masih dilindungi dan pengunjung dilarang memetik tanaman yang terdapat disana atau merusak pohon. Trek yang harus ditempuh menuju curug cukup menantang, namun tak terlalu ekstrem. Tersedia jalan setapak berupa pinggiran parit, yang bersisian dengan jurang. Lebarnya hanya sekitar 40 cm, sehingga hanya bisa dilalui satu orang saja. Selama menyusuri jalur trekking, Anda akan terhibur oleh pemandangan hutan yang hijau, dan suara dedaunan yang saling bergesekan. Keistimewaan lainnya adalah pengunjung dapat melihat lutung yang muncul setiap pagi sekitar pukul  6 pagi, dan hewan ini akan muncul kembali sekitar pukul 16.30 WIB hingga menjelang matahari terbenam. Pengunjung dapat melihat lutung melintasi Jembatan Romantis, sebuah jembatan yang dibangun khusus di atas jalur air sepanjang 20 hingga 30 meter. Di tempat lain, pengunjung dapat menjumpai berbagai satwa yang sesekali muncul, antara lain rusa, ular, dan kupu-kupu. Di sepanjang jalan menuju air terjun, pengunjung akan disambut dengan perkebunan cengkeh yang luas. Pengunjung juga bisa berhenti sejenak dan mengambil foto selfie. Ada juga  beberapa spot foto di kawasan ini, seperti jembatan romantis, akar 0, dan akar cincin. Curug ini memiliki debit air yang tinggi, oleh karena itu, pengunjung dilarang berenang di curug. Namun, pengunjung masih bisa bermain air maupun mencari batu-batuan di tepi curug. Ketika pengunjung sudah lelah bermain air, disana juga sudah disediakan warung yang menyediakan makanan dan minuman. Pengunjung yang ingin menikmati kawasan curug perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 8.000 per orang.

Baca juga:Ketep Pass








 

Museum Purbakala Sangiran




Museum Purbakala Sangiran adalah sebuah museum arkeologi yang terletak di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini didirikan untuk menggambarkan pentingnya situs Sangiran sebagai salah satu situs purbakala yang sangat kaya peninggalan fosil manusia purba. Sangiran merupakan situs terpenting untuk perkembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan terutama untuk penelitian di bidang antropologi, arkeologi, biologi, paleoantropologi, geologi, dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Saking lengkapnya koleksi di museum ini dinobatkan sebagai museum terlengkap se-Asia untuk penemuan Situs Arkeologi. Terdapat sekitar 13000 lebih fosil yang tersimpan rapih di Museum Sangiran ini, dan lebih dari 50 % nya jumlah dari fosil manusia purba dari temuan fosil Homo erectus di dunia dan 60% ditemukan di Indonesia. Beberapa penemuan terkenal di Sangiran antara lain Pithecanthropus erectus atau yang lebih dikenal dengan sebutan Manusia Jawa, yang merupakan nenek moyang manusia modern. Fosil-fosil tersebut membantu dalam pemahaman kita tentang evolusi manusia. Museum Sangiran yang terletak di kawasan Situs Sangiran terbagi menjadi 5 Klaster, yaitu Klaster Krikilan, Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Klaster Manyarejo. Klaster Krikilan merupakan visitor center yang memberikan informasi umum tentang Situs Sangiran. Klaster Dayu ini dikenal sebagai situs yang penting karena terdapat banyak jejak kehidupan masa lampau seperti fosil fauna, manusia beserta budayanya, serta rekaman perubahan lingkungan Situs Sangiran. Klaster Bukuran ini memamerkan diorama rekonstruksi tiga tipe Homo Erectus yang pernah hidup di Jawa. Klaster Ngebung memiliki nilai historis yang tinggi karna di sanalah dilakukan penelitian secara sistematis untuk pertama kalinya. Klaster Manyarejo ini didirikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan juga masyarakat Sangiran yang telah melakukan penelitian. Harga tiket masuk Museum Sangiran untuk wisatawan domestik hanyalah Rp 8.000 per orang.  Harga tiket masuk Museum Sangiran untuk turis asing adalah Rp 15.000 per orang.


 

Goa Jatijajar




Goa ini terletak di kawasan pegunungan kapur yang membentang di sisi selatan Kecamatan Gombong, Kebumen. Goa Jatijajar tepatnya berada di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Lokasi goa ini berada pada ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut dengan kondisi alam yang masih asri dan sejuk. Anda tentunya akan menemukan stalagmit dan stalagtit yang berwarna cokelat keemasan dengan bentuk runcing yang eksotis. Jalur untuk menyusuri Goa Jatijajar Kebumen berupa beton sehingga wisatawan bisa dengan mudah menyusuri goa ini hingga ke ujungnya. Sebelum memasuki goa, Anda akan menemukan patung kepala dinosaurus berukuran besar dan dari mulutnya keluar air yang deras. Keberadaan patung tersebuut sebagai simbol bahwa goa ini telah berusia tua layaknya dinosaurus. Masuk ke dalam goanya, Anda akan menemukan sebuah diorama dengan patung sebanyak 32 buah dan tersebar hingga ujung goa. Cahaya-cahaya berwarna-warni dari lampu pun menyoroti tiap patung, membuatnya lebih terlihat aesthetic. Diorama tersebut mengisahkan tentang legenda Lutung Kasarung atau Raden Kamandaka. Ornamen-ornamen lain pun bisa Anda nikmati dalam goa ini yang tertata dengan rapi. Anda juga dapat merasakan adanya keberadaan sungai dalam goa atau istilahnya adalah sendang. Terdapat 7 sendang dalam goa ini, tetapi hanya 4 yang bisa Anda jangkau, yakni Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kanthil. Sendang Mawar dan Sendang Kanthil akan bertemu dan pertemuannya akan keluar melalui mulut patung dinosaurus tadi. oa Jatijajar Kebumen memiliki beberapa fasilitas, seperti area parkir kendaraan, toilet, masjid, warung wisata, spot foto, dan lainnya. Tersedia juga fasilitas pusat informasi, pusat souvenir, penyewaan senter dan helm wisata, dan rumah makan. Harga tiket masuk objek wisata ini murah meriah, hanya Rp5.500 untuk setiap anak-anak dan Rp12.500 per orang dewasa. 


 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review